Selasa, 09 Mar 2021 19:18 WIB

Soal Vaksin Palsu di Pasar Gelap, Satgas COVID-19 Pastikan Tak Ada di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Dunia digegerkan dengan ditemukannya sindikat pemalsuan vaksin COVID-19 yang terjaring di China dan Afrika Selatan di pasar gelap. Hal ini membuat tak sedikit pihak panik atas keaslian vaksin yang tersedia.

Tak hanya itu, baru-baru ini Kaspersky, perusahaan global cyber security, memeriksa 15 pasar berbeda di pasar gelap di internet dan menemukan iklan untuk tiga vaksin COVID utama, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin "COVID19" yang tidak terverifikasi.

Menanggapi, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya sindikat pemalsuan vaksin di Indonesia.

"Hingga saat ini belum ditemukan adanya sindikat pemalsuan vaksin COVID-19 di Indonesia," katanya dalam konferensi pers BNPB, Selasa (9/3/2021).

Pengadaan vaksin di Indonesia dilakukan dengan skema Government to Government (G2G) yang bisa meminimalisir risiko pemalsuan vaksin. Ia juga memastikan seluruh vaksin Corona yang tersedia di Indonesia terjamin keasliannya

"Penting untuk diketahui, vaksin yang akan digunakan di Indonesia harus memiliki emergency use authorization dari BPOM serta sertifikasi halal dari MUI," bebernya.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)