Jumat, 12 Mar 2021 07:30 WIB

Vaksin Pfizer Diklaim Efektif 94 Persen Cegah OTG, Bisa Lawan Corona B117

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PM Israel Benjamin Netanyahu disuntik vaksin Pfizer-BioNTech. Ia dan Menteri Kesehatan Israel diketahu jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19 di negara itu. Vaksin Corona Pfizer. (Foto: AP Photo/AMIR COHEN)
Jakarta -

Vaksin Corona Pfizer diklaim efektif 94 persen mencegah kasus COVID-19 tanpa gejala. Berdasarkan analisis terbaru di Israel, vaksin ini juga disebut 97 persen efektif mencegah simptomatik, gejala COVID-19 parah, hingga kematian akibat COVID-19.

Laporan baru yang dicatat sejalan dengan data uji klinis tahap akhir Desember lalu, saat Pfizer menunjukkan efikasi 95 persen. Analisis baru ini juga menjawab efektivitas vaksin pada Corona B117 yang belakangan dikhawatirkan.

Lebih dari 80 persen spesimen yang diuji saat analisis dilakukan adalah varian Corona B117. Namun, hanya ada sedikit kasus varian Corona Afrika Selatan B1351 di Israel, sehingga para peneliti tak bisa mengevaluasi efektivitas vaksin terhadap 'varian raja' ini.

Israel menjadi salah satu negara yang terdepan dalam melakukan program vaksinasi, terlebih jumlah populasi mereka cukup tinggi. Hingga Rabu pekan ini, sekitar 55 persen dari 9 juta penduduk Israel sudah menerima dosis pertama vaksin Corona Pfizer-BioNTech.

Sementara 43 persen di antaranya telah menerima kedua dosis vaksin tersebut.

Hasil vaksinasi

"Sejak puncak pertengahan Januari, kasus kematian Corona di Israel telah mengalami penyusutan hingga 71 persen, kasus COVID-19 menurun 55 persen, pasien kritis menurun 45 persen," jelas Eran Segal, seorang ilmuwan data di Institut Sains Weizmann, dikutip dari Reuters.

Pada hari Rabu, 2.802 warga Israel dinyatakan positif Corona, atau 2,9 persen dari hampir 99.000 tes yang dilakukan.

Menurut analisis, orang yang tidak divaksinasi 44 kali lebih mungkin mengembangkan gejala COVID-19 dan 29 kali lebih mungkin meninggal akibat COVID-19 daripada mereka yang telah menerima vaksin.

Demikian data yang dikumpulkan dari 17 Januari hingga 6 Maret tetapi belum peer reviewed.

Kementerian Kesehatan Israel sebelumnya menemukan bahwa vaksin Corona Pfizer yang dikembangkan dengan perusahaan BioNTech Jerman mampu mengurangi kasus COVID-19, termasuk dalam kasus tanpa gejala hingga 89,4 persen, dan efektif mencegah gejala COVID-19 sebesar 93,7 persen, tercantum dalam data yang dikumpulkan dari 17 Januari hingga 6 Februari.

Namun, Pfizer tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang analisisnya terhadap infeksi tanpa gejala.



Simak Video "Pfizer Umumkan Vaksinnya Aman dan Efektif pada Anak Usia 12 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)