Jumat, 12 Mar 2021 05:50 WIB

12 Hal Ini Tingkatkan Risiko Kematian akibat COVID-19 di Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jenazah Sekda DKI Jakarta Saefullah dimakamkan di makam keluarga di Rorotan, Cilincing, Jakut. Pemakaman akan dilakukan menggunakan protokol COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Beberapa orang yang terinfeksi COVID-19 mungkin hanya mengeluhkan gejala Corona ringan, tetapi tak sedikit di antaranya yang berakhir fatal. Kebanyakan dari mereka yang meninggal karena Corona memiliki komorbid hingga usia lanjut.

Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 dr Dewi Nur Aisyah juga mengungkap dari data statistik, laki-laki ternyata 1,4 kali lebih berisiko meninggal karena COVID-19 dibandingkan perempuan.

dr Dewi mewanti-wanti seseorang yang memiliki penyakit komorbid. Pasalnya, satu penyakit komorbid saja sudah meningkatkan risiko meninggal 6,5 kali lebih tinggi dibanding mereka yang sehat saat terpapar Corona.

Risiko meninggal karena Corona akan terus meningkat saat memiliki dua atau lebih banyak lagi komorbid, penyakit penyerta.

"Mempunyai dua komorbid misalnya diabetes, ada hipertensi, resiko kematiannya naik menjadi 15 kali lipat. Ketika punya lebih sama dari tiga, ini kan terutama biasanya dialami pada orang-orang usia lanjut, risiko kematiannya naik sampai 29 kali," ungkap dr Dewi dalam konferensi pers BNPB Rabu (10/3/2021).

Lebih detail, berikut kriteria orang yang berisiko fatal karena COVID-19.

Usia

  1. 31-45 tahun: 2,4 kali lipat
  2. 36-59 tahun: 8,5 kali lipat
  3. 60 tahun ke atas: 19,5 kali lipat

Penyakit

  1. Penyakit ginjal: 13,7 kali lipat
  2. Penyakit jantung: 9 kali lipat
  3. Diabetes melitus: 8,3 kali
  4. Hipertensi: 6 kali lipat
  5. Kanker: 5,9 kali lipat
  6. Penyakit hati: 4,8 kali lipat
  7. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): 4 kali lipat
  8. Gangguan napas lain: 3,5 kali lipat
  9. TBC: 3,3 kali lipat


Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)