Jumat, 12 Mar 2021 16:36 WIB

Vaksinasi COVID-19 di RI Lambat, Potensi Kedaluwarsa di Depan Mata

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pekerja PPK Kemayoran menjalani vaksinasi virus Corona. Diketahui ada 461 orang karyawan yang telah menerima vaksin COVID-19. Vaksin Corona. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Proses vaksinasi Corona di Indonesia masih jauh dari target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni satu juta dosis per hari. Sudah 2 bulan lebih berjalan, baru 3.769.174 orang yang divaksinasi dosis pertama dan 1.339.362 orang yang mendapat dosis kedua.

Lambatnya proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia dibayang-bayangi risiko kedaluwarsa. Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan potensi kedaluwarsa menjadi salah satu tantangan vaksinasi di daerah terpencil.

"Jadi dengan potensi terjadinya kedaluwarsa ini jadi tantangan kita terutama di daerah yang terpencil, terluar, dan terdalam agar mereka segera melakukan vaksinasi mengingat vaksinasi ini masa penggunaannya cukup singkat. Ini yang jadi monitoring kita," kata Nadia dalam talkshow di Radio Kementerian Kesehatan, Jumat (12/3/2021).

Nadia juga memaparkan upaya-upaya untuk mempercepat proses penyuntikan di Indonesia telah dilakukan. Salah satunya dengan membuka pendaftaran penerima vaksin COVID-19 di fasilitas kesehatan terdekat.

"Kita tahu izin penggunaan darurat ini maksimum 6 bulan upaya mempercepat proses penyuntikan. Saat ini sudah sekitar 300 ribu dosis per hari yang dilakukan penyuntikannya," ungkap Nadia.



Simak Video "Menkes Minta 41 Juta Dosis Vaksin di Daerah Segera Disuntikkan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)