Anggota DPR Sebut Vaksin Nusantara 'Masuk WHO', Artinya Apa Sih?

Anggota DPR Sebut Vaksin Nusantara 'Masuk WHO', Artinya Apa Sih?

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 12 Mar 2021 16:45 WIB
Anggota DPR Sebut Vaksin Nusantara Masuk WHO, Artinya Apa Sih?
Eks Menkes Terawan yang memprakarsai Vaksin Nusantara turut hadir dalam rapat. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Pengembangan Vaksin Nusantara jadi sorotan dalam rapat Komisi IX DPR RI pada Rabu (10/3/2021). Vaksin berbasis sel dendritik yang dibuat untuk melawan COVID-19 ini disebut 'sudah masuk dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)' sehingga penelitiannya perlu dilanjutkan.

"Inikan sudah masuk juga ke WHO, ke jurnalnya. Ini kan kita harus ada pertanggungjawaban terhadap sesuatu yang kita mulai," kata anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi Golkar, Dewi Asmara.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Regional Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, memang pernah menyebut bahwa ada 74 kandidat vaksin COVID-19 yang dalam tahap uji klinis dan masuk dalam landscape kandidat vaksin WHO per tanggal 26 Februari 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya ada dua dari 74 kandidat tersebut yang memakai platform sel dendritik. Satu diketahui dikembangkan China dan satu lagi, yang diduga Vaksin Nusantara, dikembangkan Indonesia.

Sebenarnya apa sih artinya jika masuk dalam landscape tersebut?

ADVERTISEMENT

Dikutip dari situs resmi WHO, pengembangan berbagai vaksin COVID-19 di dunia memang dicatat secara berkala dalam laporan yang disebut "draft landscape and tracker of COVID-19 candidate vaccines". Tujuannya untuk memberikan rangkuman informasi terkait pengembangan vaksin.

WHO memberi catatan bahwa vaksin-vaksin yang ada di dalam daftar bukan berarti sudah mendapat persetujuan atau promosi.

"Dokumen landscape ini disiapkan WHO hanya untuk kepentingan informasi terkait pandemi virus Corona Baru 2019-2020. Inklusi produk atau entitas tertentu di dalamnya bukan merupakan suatu bentuk persetujuan atau promosi dari WHO," tulis WHO.

Jelas, masuk database tersebut tidak serta merta berarti dapat persetujuan.




(fds/up)
Kontroversi Vaksin Nusantara
93 Konten
Satu lagi vaksin COVID-19 buatan anak bangsa, Vaksin Nusantara, sedang dalam proses pengembangan. Namun penggunaan teknologi sel dendritik jadi sorotan, dinilai terlalu rumit untuk menjawab kebutuhan di masa pandemi. BPOM tak meloloskan ujinya.

Berita Terkait