Jumat, 12 Mar 2021 21:55 WIB

Warga Jepang Kini Bisa Beli Alat Tes COVID-19 lewat Vending Machine

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi Tes Swab Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Jakarta -

Jepang membuat terobosan baru dengan meluncurkan sejumlah mesin otomatis (vending machine) yang menjual alat pengujian Corona berbasis polymerase chain reaction (PCR).

Direktur klinik Laketown Takenoko Ear Nose and Throat Clinic, Hideki Takemura, menyebut mesin penjual ini menawarkan pilihan kepada konsumen untuk melakukan tes virus Corona lebih cepat dan menghindari antrean di klinik.

Selain itu, mesin ini juga bisa membantu meringankan beban rumah sakit dan target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas tes Corona setiap harinya.

Pemerintah Jepang hanya melakukan 40 ribu tes PCR dalam satu hari. Jumlah tersebut menjadikan akses tes PCR terbatas dan hanya mengutamakan orang-orang yang memiliki gejala dan berisiko tinggi mengidap COVID-19.

"Jepang melakukan tes PCR dalam jumlah yang sangat rendah dan akibatnya semakin banyak orang tidak tahu apakah mereka mengidap flu biasa atau virus Corona," jelas Takemura, seperti dikutip dari laman Reuters.

"Tanpa tes PCR, tidak mungkin melakukan diagnosis pasti dan saya merasa kita harus berbuat lebih banyak agar orang dapat didiagnosis lebih awal sehingga bisa melakukan isolasi lebih awal," tambahnya.

Takemura menyebut telah memasang tujuh vending machine yang menjual alat tes PCR di wilayah Tokyo. Ia berharap vending machine bisa membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada klinik dan rumah sakit untuk melakukan uji COVID-19.

Mesin otomatis tersebut dapat menampung sebanyak 60 PCR kit yang dijual seharga 4.500 yen atau setara dengan Rp 600.000. Selain praktis, PCR kit yang dijual ini berbasis tes air liur, sehingga ini lebih nyaman dilakukan secara mandiri.

Setelah membeli PCR kit di mesin, warga bisa mengirimkan sampel air liur ke laboratorium untuk diperiksa.



Simak Video "Rapid Test Antigen Berlaku 14 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)