Senin, 15 Mar 2021 13:37 WIB

Kasus Aktif COVID-19 RI di Bawah Angka Global, Satgas Klaim Efek PPKM Mikro

Vidya Pinandhita - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Kasus aktif COVID-19 RI di bawah angka global, Satgas klaim efek PPKM Mikro. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Meski angka kasus aktif masih bertambah setiap hari, percepatan penambahannya cenderung melambat. Total kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini tercatat lebih rendah dibanding angka global.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut, hal tersebut disebabkan pembatasan mobilitas dan vaksinasi selama 2 sampai 3 bulan terakhir. Meski total kasus COVID-19 sempat tinggi sekali, kondisi di Indonesia cenderung membaik.

"Sepanjang 2-3 bulan terakhir ini, kita bisa menurunkan kasus aktif hingga pada hari ini, pencapaian terbaik kita adalah sudah mencapai 1 digit yaitu 9,72 persen. Sementara kasus aktif dunia berada di posisi 17,34 persen," ujarnya dalam live streaming rapat kerja Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021).


Selain itu, angka kesembuhan dari COVID-19 di Indonesia tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan kasus kesembuhan global, yakni dengan angka 87,58 persen.

Akan tetapi, total angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih tercatat lebih tinggi dibanding angka global, dengan selisih sekitar 0,49 persen. Di antaranya, angka kematian tertinggi ada pada kelompok dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

Berdasarkan data dari BLC (Bersatu Lawan COVID), semakin usia bertambah risiko kematian semakin tinggi. Risiko kematian rentan ini terutama pada mereka yang memiliki penyakit komorbid ginjal, jantung, diabetes, hipertensi, dan gangguan imunitas.

"Mereka yang punya komorbid lebih dari 1 kasus maka angka kematian sangat tinggi. Upaya kita adalah menyusun strategi agar bisa memberikan perlindungan optimal kepada kelompok rentan, yaitu mereka yang punya komorbid dan usia di atas 47 tahun," terang Doni.

Menghadapi kondisi tersebut, Doni menekankan bahwa pembatasan mobilitas perlu dimaksimalkan.

Pasalnya, besar potensi perlambatan kasus aktif di Indonesia selama 2 - 3 bulan ini disebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dengan pendekatan ke RT dan RW.

"Setelah ada PPKM Mikro, kasus aktif mengalami penurunan dan juga angka kematian dokter dan nakes mengalami penurunan," ujar Doni.



Simak Video "Mikro Lockdown, Strategi Kemenkes Tekan Laju Lonjakan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)