Senin, 15 Mar 2021 15:41 WIB

Bio Farma Jelaskan Beda Vaksin Sinopharm Vs Moderna untuk Vaksinasi Gotong Royong

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksinasi massal untuk pekerja sektor transportasi digelar di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang. 1.000 orang ditargetkan mengikuti vaksin COVID-19 ini. Vaksin COVID-19. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkap sudah sejauh mana persiapan program vaksinasi gotong royong. Ada dua jenis vaksin Corona yang sejauh ini disiapkan kedatangannya dalam waktu dekat.

Sesuai dengan Permenkes No 10 Tahun 2021, jenis vaksin dan tempat pelaksanaan vaksinasi gotong royong tak sama dengan program pemerintah. Honesti menyebut ada 806 fasyankes yang diperkirakan sudah siap untuk vaksinasi gotong royong.

"Sudah ada 806 fasyankes yang disiapkan, 65 yang dimiliki Bio Farma, 504 BUMN dan 237 swasta," bebernya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Senin (15/3/2021).

"Sampai hari ini kami sudah melakukan proses komunikasi dan juga negosiasi dengan dua pengembang vaksin (vaksin Sinopharm dan vaksin Moderna)," lanjut Honesti.

Vaksin Sinopharm

Sama seperti Sinovac, vaksin Sinopharm merupakan vaksin dengan platform inactivated dan butuh dua kali suntikan. Ia juga bisa disimpan dalam suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.

Pemberian dosis vaksin Sinopharm disebut Honesti memiliki jarak waktu 21 hari dari pemberian dosis pertama.

"Kita sudah meminta kepada Sinopharm komitmennya untuk itu mulai dari akhir Maret ini atau sampai akhir kuartal kedua (Q2) 2021 sebanyak 15 juta dosis vaksin," beber Honesti.

Vaksin Sinopharm disebut Honesti tengah mengajukan rolling submission ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Moderna

Berbeda dengan Sinovac maupun AstraZeneca, vaksin Moderna berteknologi mRNA. Vaksin yang termasuk teknologi baru ini perlu disimpan dalam suhu minus 20 derajat Celcius.

Ia juga membutuhkan dua kali suntikan untuk mendapat antibodi yang maksimal. Jarak pemberian dosis pertama dan kedua adalah 28 hari.

"Kita sudah meminta komitmen untuk 5,2 juta dosis tetapi kemungkinannya baru akan bisa dikirim di awal Q3 tahun ini," ungkap Honesti.

Moderna sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di sejumlah negara termasuk otoritas Eropa (EMA).



Simak Video "Benarkah Vaksinasi Gotong Royong Buat Orang Kaya? Ini Faktanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)