Selasa, 16 Mar 2021 10:01 WIB

Vaksin Sinovac Kedaluwarsa Maret, Dibikin Sebelum Pandemi? Nggak Gitu...

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Isu terkait vaksin COVID-19 seperti tak ada habisnya. Baru-baru ini heboh soal vaksin Sinovac kedaluwarsa 25 Maret 2021, sehingga tak sedikit yang mengatakan vaksin tersebut diproduksi sebelum pandemi Corona.

Persepsi ini muncul karena masa kedaluwarsa vaksin COVID-19 Sinovac disebut 2 tahun tapi disebut sudah berakhir Maret 2021.

Terkait hal ini, jubir vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto memberikan penjelasan detail. Untuk vaksin Sinovac, istilah yang digunakan bukan kedaluwarsa, tapi shelf life, atau masa simpan.

Vaksin CoronaVac yang datang di awal berjumlah sekitar 3 juta dosis itu memiliki masa simpan selama 36 bulan, yang mengacu pada hasil accelerated stability test yang dilakukan oleh produsen.

"Nah yang sekarang beredar jadi kalau ED (expiry date) Maret, berarti dibikinnya 2018 gitu? Ya nggak begitu," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (16/3/2021).

Dijelaskan oleh Bambang, adanya perbedaan masa simpan ini, karena BPOM dalam pemberian izin penggunaan darurat, menggunakan real time stability test untuk menentukan masa simpan vaksin COVID-19. Karena semua vaksin yang diproduksi untuk COVID-19 adalah vaksin baru, hingga belum tersedia data shelf life yang panjang.

"Data shelf life dihitung dari pengujian stabilitas saat vaksin tersebut dibuat. Data stabilitas baru ada 3 bulan, sehingga diberikanlah shelf life 6 bulan atau 2 kali masa uji stabilitas," terangnya.

Semua vaksin COVID-19 yang baru diproduksi memiliki shelf life pendek, namun dapat diperpanjang dengan penambahan waktu pengujian stabilitas vaksin. Sampai saat ini pengujian untuk real time stability masih terus dilakukan.



Simak Video "Rekomendasi Baru Sinovac soal Penggunaan Vaksin Corona Buatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)