Selasa, 16 Mar 2021 11:32 WIB

Heboh Gara-gara Vaksin AstraZeneca, Apa yang Dimaksud Pembekuan Darah?

Ayunda Septiani - detikHealth
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya. Foto: AP Photo
Jakarta -

Vaksin virus Corona AstraZeneca menjadi sorotan, pada beberapa kasus terjadi pembekuan darah setelah vaksin ini disuntikkan. Hal ini membuat beberapa negara menunda sementara pemberian vaksin buatan Inggris tersebut.

Terkait soal pembekuan darah, dokter jantung yang juga influencer kesehatan dari RS Siloam Karawaci dr Vito A Damay, SpJP menjelaskan pembekuan darah merupakan proses normal yang terjadi di dalam tubuh kita.

dr Vito memberi gambaran, jika seseorang terjatuh, terluka biasanya ada bekas luka atau disebut dengan koreng. Sebenarnya koreng bisa terjadi karena adanya darah yang membeku.

Bekas luka atau koreng bisa terjadi ketika ada jaringan jaringan kulit misalnya yang tercabik atau tersayat pembuluh darah akan mengeluarkan darah terus-menerus.

"Nah tubuh kita punya kompensasinya secara alami, natural, dia akan membuat darah itu membeku, sehingga pendarahannya akan berhenti. Itu namanya pembekuan darah alami, dan itu memang terjadi," jelas dr Vito, saat dihubungi detikcom Selasa (16/3/2021).

"Kalau darah membeku, itukan tadi kita sebut alami, tapi kalau terjadi hal lainnya, proses itu menjadi lebih berat ketika orang sakit berat. Misalnya, kalau orang berbaring lama ada infeksi, nanti ada gangguan mekanisme pembekuan darah atau koagulopati, akibatnya darahnya jadi gampang membeku, atau menggumpal," tambahnya.

Apakah faktor genetik bisa menyebabkan gangguan pembuluh darah?

dr Vito menambahkan, faktor genetik bisa menyebabkan gangguan pembuluh darah. Bisa jadi darah lebih mudah encer atau malah mudah membeku.

"Misalkan sekali berdarah, itu lama berhentinya," lanjutnya.

Salah satu penyakit yang melibatkan mekanisme pembekuan darah dijelaskan oleh dr Vito adalah serangan jantung, karena terjadi bekuan darah di pembuluh darah koroner.

BACA JUGA:



Simak Video "Indra Rudiansyah Kiprah Global Iluwan RI Pejuang Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)