Jumat, 26 Mar 2021 12:30 WIB

Tak Ambil Pusing soal Halal-Haram AstraZeneca, dr Tirta: Case Closed!

Vidya Pinandhita - detikHealth
dr Tirta usai vaksinasi Corona di Sleman dr Tirta tak ambil pusing soal halal-haram AstraZeneca. Foto: Jau Hari Wawan S
Jakarta -

Dokter yang juga influencer Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta memilih tak ambil pusing soal isu tripsin babi dalam pembuatan vaksin AstraZeneca. Selama ada izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), boleh-tidaknya penggunaan AstraZeneca tak perlu dipusingkan.

"Ketua MUI Jatim sudah disuntik (AstraZeneca) kemarin, case closed" ujar dr Tirta saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Sebelumnya, Ketua MUI Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah mendapat suntikan vaksin Corona AstraZeneca, Senin (22/3/2021). Pemberian vaksin tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pendopo Delta Sidoarjo.

Menurut dr Tirta, hal tersebut menggambarkan urgensi kebutuhan vaksin Corona di Indonesia. Dalam kondisi darurat, boleh-tidaknya vaksin AstraZeneca karena isu kandungan tripsin babi sebagai katalisator tak perlu dipusingkan.

Ia menegaskan dalam kondisi darurat, penggunaan vaksin AstraZeneca kini berkaidah mubah demi perlindungan pada masyarakat Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

"Ketua MUI saja sudah divaksin. Nggak usah dipermasalahkan. Apa pun demi rakyat, lakuin saja" imbuhnya 'ngegas'.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni'am pada Rabu (24/3/2021) menegaskan, vaksin AstraZeneca tidak boleh digunakan dalam kondisi normal, dengan syarat pemerintah sudah memiliki alternatif jenis vaksin dalam jumlah mencukupi.

Namun jika jumlah vaksin halal belum mencukupi, vaksin AstraZeneca boleh digunakan lantaran Indonesia dalam kondisi darurat butuh vaksin.

Dalam kesempatan lainnya, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo menjelaskan, enzim tripsin babi memang digunakan dalam proses engineering GMP (Good Manufacturing Practice) AstraZeneca.

Namun dalam vaksin yang disuntikkan ke masyarakat dan diproduksi skala besar, enzim yang digunakan bukan lagi tripsin babi, melainkan rekombinan dari fusarium sejenis jamur.

"Nah setelah produk ini berhasil, maka selanjutkan akan dibiakkan di sel dan dalam proses pemijahan sel tidak lagi menggunakan tripsin babi, tapi tripsin rekombinan" terangnya pada detikcom.



Simak Video "Bantahan Tegas AstraZeneca soal Vaksinnya Mengandung Babi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)