Rabu, 17 Mar 2021 08:01 WIB

Sederet Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menerima Dosis Kedua Vaksin Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksinasi COVID-19 tahap kedua untuk atlet dilakukan di Rumah Sakit Olahraga Nasional, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (12/3). Vaksinasi untuk atlet dan pelatih ini dilakukan secara bertahap. Foto: DEDY ISTANTO
Jakarta -

Jika kamu sudah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, artinya kamu sedang dalam perjalanan untuk membangun kekebalan dari virus Corona. Tetapi untuk mendapatkan perlindungan yang lengkap, kamu tetap harus mendapatkan dosis vaksin kedua.

Tidak sedikit orang yang merasa khawatir saat akan mendapatkan dosis kedua. Terlebih jika pada suntikan pertama, mereka mengalami sederet efek samping, walau tergolong ringan.

Penting untuk diingat bahwa tubuh harus dalam keadaan sehat saat akan mendapat suntikan kedua. Agar daya tahan tubuh tetap terjaga, usahakan cukup tidur dan mencukupi kebutuhan nutrisi sebelum divaksinasi.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang dosis vaksin kedua dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Efek samping mungkin akan lebih terasa

Banyak orang yang tidak bereaksi sama sekali saat disuntikkan dosis pertama vaksin COVID-19, namun melaporkan mengalami efek samping yang cukup kuat saat mendapatkan dosis kedua.

Seperti halnya yang dialami oleh Greg Poland, MD, pakar penyakit menular di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, dan direktur kelompok penelitian vaksin. Awalnya ia hanya mengalami gejala ringan setelah dosis pertamanya. Tapi yang kedua membuatnya gemetar dan kedinginan.

"Ini tentunya bukan indikasi ada yang tidak beres, ini adalah tanda dari respons imun," kata Poland dikutip dari AARP.

2. Hindari minum pereda nyeri sebelum vaksin

Jika kamu pernah mendengar cerita tentang efek samping dosis kedua, kamu mungkin tergoda untuk menggunakan pereda nyeri sebelum mendapatkan dosis kedua vaksin.

Namun itu bukan ide yang bagus. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menyebut pereda nyeri yang diminum sebelum disuntik bisa saja akan mengurangi keefektifan vaksin.

3. Kekebalan tak langsung terbentuk

Diperlukan waktu sekitar dua minggu setelah dosis kedua bagi tubuh untuk membangun perlindungan penuh terhadap virus. Setelah itu, peluang untuk mengembangkan penyakit parah jika terpapar COVID-19 akan menurun.

Dalam panduan CDC, bagi yang sudah mendapatkan dosis penuh, mereka tak perlu lagi menjalani karantina jika terpapar dengan seseorang yang terinfeksi COVID-19 selama memenuhi kriteria: tidak memiliki gejala dan belum lebih dari tiga bulan sejak vaksin kedua.

Satu pengecualian yang mungkin adalah orang dengan gangguan kekebalan.

"Mereka akan mendapatkan beberapa tingkat kekebalan, tetapi mereka mungkin tidak mencapai 95 persen karena sistem kekebalan mereka sudah agak terganggu, tidak peduli seberapa kuat vaksin ini," kata pakar penyakit menular, William Schaffner, MD, dari Vanderbilt University Medical Center, Nashville.

4. Protokol kesehatan tetap harus dilakukan

Mereka yang telah menerima vaksin COVID-19 penuh tetap harus memakai masker dan mempraktikkan jaga jarak sosial saat berada di tempat umum. Meski telah membentuk kekebalan, kamu masih berisiko tertular COVID-19.

Selain itu, kamu mungkin masih membawa virus dan menularkannya secara diam-diam kepada orang lain yang belum divaksinasi, meskipun tidak menunjukkan gejala.

Sampai suatu populasi mencapai kekebalan kelompok, penting bagi setiap orang untuk tetap memakai masker untuk menghentikan penyebaran virus.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)