Rabu, 17 Mar 2021 15:00 WIB

Mengenal Piriformis Syndrome, Viral Diidap Mahasiswi Gara-gara Kuliah Online

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
viral tiktok Foto: Tangkapan Layar Viral
Jakarta -

Viral seorang mahasiswi mengaku divonis piriformis syndrome lantaran terlalu lama duduk saat kuliah online. Ia mengeluhkan nyeri yang menjalar dari bawah lutut hingga ke bokong.

"Pada sekitar bulan Juni saya sudah merasakan agak sakit pada saat duduk. Pertama rasa sakitnya itu muncul di bawah lutut, lama kelamaan saya merasa sakit pada saat saya duduk di bagian bokong," kata Anisa, seorang mahasiswi di Makassar, saat dihubungi detikcom, Selasa (16/3/2021).

dr Bobby Nelwan SpOT(K) dari RS Royal Progress Sunter Jakarta Utara menjelaskan, secara statistik laporan kasus piriformis syndrome kerap terjadi pada usia muda dan wanita. Pemicunya selain duduk terlalu lama, juga bisa karena aktivitas olahraga intensitas berat.

Menurutnya, piriformis syndrome terjadi akibat terjepitnya saraf yang ada di area bokong, sehingga ada kontraksi otot atau spasme yang memicu terjepitnya atau tertekan saraf sciatik.

"Kumpulan gejala akibat terjepitnya saraf karena saraf yang berada di belakang cukup besar, saraf itu melewati bawahnya otot piriformis, bawahnya piriformis," jelas dr Bobby saat dihubungi detikcom Rabu (17/3/2021).

"Dia kalu kita duduk, spasme, dia akan terjepit dan tertekan piriformisnya itu, menekan sciatik neurve, maka dia akan terasa sakit pada daerah bokong kemudian bisa sampai di paha," lanjutnya.

Apa risikonya?

Jika piriformis syndrome sudah akut, dan tak mendapat penanganan tepat dari ahlinya, besar risikonya mengalami kelumpuhan. dr Bobby mewanti-wanti untuk memperhatikan intensitas atau lamanya duduk hingga aktivitas berat yang melibatkan otot tungkai.

"Risikonya kalau misal dia kronik bisa terjadi kelumpuhan, bisa drop foot (bagian depan kaki sulit diangkat) karena kan saraf yang bermasalah di sini," lanjut dr Bobby.

"Kalau saraf yang kena, lama kelamaan makin parah ya lumpuh, kakinya jatoh, drop foot," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Gangguan Kesehatan yang Diviralkan Efek Kecanduan Game"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)