Rabu, 17 Mar 2021 19:45 WIB

Filler Payudara Monica Indah Berujung Nahas, Berbahayakah Suntik Filler?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Monica Indah Filler payudara Monica Indah berujung nahas, berbahayakah suntik filler? (Foto: Dokumentasi Pribadi Monica Indah)
Jakarta -

Suntik filler payudara yang dijalani model Monica Indah berujung nahas. Diduga karena tindakan 'dokter abal-abal', Monica kini didiagnosis mengalami mastitis. Lantas, aman nggak sih sebenarnya suntik filler?

Menurut dokter spesialis kulit dari DNI Skin Centre Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, suntik filler memang tidak direkomendasikan untuk membesarkan volume bagian tubuh seperti payudara, bokong, tulang, tendon, ligamen, atau otot.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan volume payudara tetapi karena struktur pembuluh darah payudara komplek maka penyuntikan filler akan berpotensi menimbulkan efek samping. Beberapa efek sampingnya antara lain infeksi, dislokasi filler, degradasi filler," terang dr Darma saat dihubungi detikcom.

Ia menambahkan, risiko terjadinya infeksi semakin besar jika prosedur suntik filler tidak dilakukan dengan benar dan steril. Jika terjadi infeksi, pasien harus diberikan antibiotik intravena dan kondisi harus terus dipantau.

"Jika tidak mengalami perbaikan maka harus dilakukan tindakan penyedotan cairan filler dan nanah yang muncul tersebut," imbuh dr Darma.

Sebenarnya, filler sudah lumrah digunakan untuk mengoreksi sejumlah area wajah seperti garis senyum, pipi, memancungkan hidung, atau memanjangkan dagu. Namun, penyuntikkan filler hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit atau bedah plastik.

"Pilih penyedia layanan kesehatan yang terlatih untuk melakukan prosedur injeksi filler. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda tentang pelatihan dan pengalaman mereka," ujar dr Darma.

Penyuntikkan filler harus dianggap sebagai prosedur medis, bukan perawatan kosmetik. Dengan penanganan dokter bukan sembarang 'dokter', prosedur harusnya bisa dilakukan dengan steril, penanganan risiko pasca penyuntikkan pun tepat.

"Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami rasa sakit yang tidak biasa, perubahan penglihatan, kemerahan, bengkak, penampilan kulit putih, abu-abu, atau biru di dekat tempat suntikan, atau tanda-tanda stroke (termasuk kesulitan berbicara, mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki, kesulitan berjalan, perubahan penglihatan, wajah terkulai, sakit kepala parah, pusing, atau kebingungan)," pungkas dr Darma.



Simak Video "Kemenkes Bangun Medical Tourism untuk Selamatkan Devisa Rp 100 T"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)