Rabu, 17 Mar 2021 21:08 WIB

Suka Duka Setahun Jadi Perawat Pasien COVID-19 di Wisma Atlet

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pasien COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan per Selasa (26/1) pukul 15.55 WIB, terdapat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 13.094 orang sehingga total telah mencapai 1.012.350 kasus di Indonesia.  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Hari Perawat Nasional (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Sudah setahun lebih lamanya virus Corona mewabah di Indonesia. Selama itu pula tenaga kesehatan berjuang di garis terdepan dalam merawat pasien COVID-19.

Berbagai kisah, baik senang maupun duka, telah dirasakan oleh para tenaga kesehatan. Di Hari Perawat Nasional yang jatuh pada 17 Maret ini, seorang perawat dari RSD Wisma Atlet, Evy Ina Sasauw, membagikan kisahnya setelah setahun merawat pasien COVID-19.

Evy mengatakan sejak pandemi COVID-19, ia mendapatkan pengalaman yang sangat berbeda, terutama ketika bertugas di Wisma Atlet.

"Biasanya kami hanya menggunakan handscoon dan masker, tetapi karena pandemi kami harus memakai APD lengkap dengan kondisi APD yang begitu panas selama kurang lebih 8 jam," kata Evy dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 di YouTube, Rabu (17/3/2021).

"Jadi terkadang kami harus menahan haus, lapar, menahan untuk buang air, dan tidak boleh sedikit pun kami lalai, entah melepas atau robek, harus benar-benar disiplin sampai pelepasan APD, mandi, bersih-bersih, dan ganti pakaian," tambahnya.

Evy pun mengaku takut tertular COVID-19. Terlebih sudah banyak teman sejawatnya yang menjadi korban akibat penyakit ini. Namun, karena banyaknya dukungan dari teman dan keluarga, ia tetap semangat dalam berjuang di garis terdepan.

"Kami di sini memang takut tertular virus COVID, tetapi kami yakin sudah menerapkan protokol yang sesuai, dengan pemakaian APD dan lain-lain," jelasnya.

"Support dari keluarga juga sangat mendukung untuk kami tetap sehat, tetap semangat dalam melayani pasien," ungkapnya.

Evi menjelaskan, di Wisma Atlet banyak pasien yang mengalami stres karena harus jauh dari keluarga. Kemudian, adanya stigma negatif dari lingkungan sekitar pun menambah beban mental para pasien COVID-19.

Meski begitu, ia dan perawat lainnya terus mencoba untuk menghibur pasien dengan cara mengajak ngobrol, bernyanyi, bahkan membuat video TikTok bersama.

"Sementara dengan teman-teman sejawat biasanya saling memberi support lewat kata-kata atau teriakan, atau tulisan yang kami tuliskan di hazmat, biar sesama nakes tetap semangat melayani pasien," Ucap Evy.

Selain itu, Evy juga merasa sangat bahagia ketika melihat ada pasien COVID-19 yang sembuh dan bisa pulang ke rumah. Tak jarang kepulangan para pasien turut dirayakan bersama oleh tenaga kesehatan di Wisma Atlet.

"Ketika kita melihat pasien yang begitu senang, begitu gembira ketika diizinkan pulang, senangnya luar biasa. Dan kami jadi ikut semangat, ikut bahagia melihat kegembiraan mereka," tuturnya.



Simak Video "Beratnya Jalani Tugas Perawat dengan Ber-APD 8 Jam Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)