Kamis, 18 Mar 2021 14:36 WIB

Pro dan Kontra Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Jadi Syarat Perjalanan

Firdaus Anwar - detikHealth
Tenaga kesehatan menjadi prioritas pertama vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Mereka akan mendapat sertifikat khusus sebagai bukti sudah divaksin. (Foto ilustrasi: Ayunda Septiani/detikHealth)
Jakarta -

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyinggung wacana membuat sertifikat vaksin COVID-19 sebagai syarat perjalanan. Dengan demikian orang-orang yang sudah divaksinasi mungkin tidak perlu menunjukkan bukti negatif tes COVID-19 setiap akan bepergian.

"Hal ini nanti bisa kita bicarakan. Kalau sudah lebih banyak yang divaksin mungkin make sense (masuk akal) juga," kata Menkes Budi dalam rapat yang dilaksanakan Senin (15/3/2021).

Rencana menggunakan bukti vaksinasi sebagai syarat perjalanan sebetulnya juga sudah dipertimbangkan banyak negara. Sebagai contoh China, Jepang, Inggris, dan Uni Eropa dilaporkan sudah mulai mencoba memberikan sertifikat vaksinasi atau paspor vaksin untuk mempermudah perjalanan.

"Bila diminta dunia internasional, kami siap menerbitkan sertifikat vaksin," kata otoritas program vaksinasi COVID-19 di Jepang seperti dikutip dari Japan Times.

Sertifikat vaksin sebagai syarat perjalanan ini mengundang pro dan kontra.

Satu sisi penerapan kebijakan tersebut dianggap akan membuat orang-orang bisa kembali bepergian sehingga menghidupkan perekonomian. Di sisi lain ada kekhawatiran bahwa sertifikat vaksin akan mendorong penyalahgunaan dan diskriminasi.

Bisa saja ada orang yang tidak bisa mendapat sertifikat karena misalnya memiliki kondisi yang membuatnya tidak bisa divaksinasi.

"Jadi meski vaksinasi bisa dipastikan mengurangi risiko, untuk individu dan populasi, mengeluarkan 'paspor' yang akan membedakan kita sebagai hitam-putih dan mengontrol apa-apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan individu sepertinya tidak adil," komentar ahli bioetika Sarah Chan dari Edinburgh University.



Simak Video "Sertifikat Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi Eror? Coba Lakukan Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)