ADVERTISEMENT

Jumat, 19 Mar 2021 16:44 WIB

MUI: Umat Islam Indonesia Wajib Divaksinasi COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Perdana Menteri (PM) Thailand disuntik vaksin AstraZeneca hari ini. Vaksinasi tersebut digelar di tengah kontroversi terkait keamanan vaksin Corona tersebut. Foto: Gareth Fuller/Pool Photo via AP
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan hasil rapat terkait penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Dijelaskan bahwa vaksin haram karena memanfaatkan ensim tripsin babi, namun boleh digunakan karena kondisi yang mendesak dan belum ada alternatifnya.

Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa umat islam Indonesia wajib menjalani vaksinasi COVID-19. Tujuannya agar Indonesia bisa cepat memperoleh kekebalan kelompok dan bisa segera keluar dari situasi wabah.

"Umat islam Indonesia tentunya wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah, untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah COVID-19," kata Niam dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Kemkominfo TV, Jumat (19/3/2021).

Niam menyebut pemerintah juga diharap dapat segera mengadakan vaksin COVID-19 yang aman dan halal sebisa mungkin. Bila vaksin yang halal sudah tersedia dan situasi gawat darurat bisa ditanggulangi, maka fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca tersebut tidak berlaku lagi.

"Di masa darurat pandemi hari ini MUI mengimbau pada seluruh umat islam Indonesia untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi COVID-19 agar Indonesia segera keluar dari pandemi. Sekali lagi saatnya kita bergandengan tangan mendukung percepatan program vaksinasi COVID-19 untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity...," pungkas Niam.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT