Jumat, 19 Mar 2021 18:53 WIB

N439K Sudah Masuk RI, Menkes Sebut Bukan Mutasi yang Dikhawatirkan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Varian virus Corona dengan mutasi N439K tercatat sudah masuk ke Indonesia. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut mutasi ini lebih 'smart' dan perlu diwaspadai.

Namun menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mutasi N439K sebenarnya sudah lama masuk ke Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mendeteksi varian tersebut di beberapa negara di dunia.

"Memang varian ini sudah cukup lama masuk ke Indonesia. Varian ini sebenarnya juga sudah beberapa negara di Eropa, keluarnya juga di Eropa dan terdeteksi oleh WHO di sana," kata Menkes Budi dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Perekonomian RI, Jumat (19/3/2021).

Menurut Menkes, mutasi ini tidak termasuk dalam Variant of Concern (VoC) maupun variant of interest (VoI).

"Mutasi itu sudah ratusan mungkin udah ribuan sekarang, kita bisa lihat di Gisaid," lanjutnya.

Menkes Budi menjelaskan, WHO perlu melakukan riset untuk menentukan apakah suatu varian atau strain baru masuk ke dalam Variant of Interest. Jika terbukti bahwa mutasi tertentu bisa meningkatkan laju penularan dan fatalitas sebuah varian virus Corona, akan masuk ke dalam Variant of Concern.

"Jadi, supaya teman-teman lebih tenang. Karena memang banyak varian-varian baru yang itu hilangnya cepat. Setahu saya, ini juga termasuk satu varian yang menghilangnya dari peradaban cepat," pungkasnya.



Simak Video "Ahli Sebut Ada 48 Kasus Mutasi Corona N439K di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)