Rabu, 24 Mar 2021 14:14 WIB

Obesitas Pengaruhi Respons Imun, Vaksin Corona Mempan Nggak?

Vidya Pinandhita - detikHealth
plus size asian girl look mirror and measure her weight by scale Obesitas pengaruhi respons imun, vaksin Corona dikhawatirkan tak mempan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999)
Jakarta -

Obesitas menjadi tantangan di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, pengidap obesitas rentan mengalami penyakit komorbid. Masalah lainnya, vaksin Corona dikhawatirkan tak mempan membangun imunitas pada pengidap obesitas.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) dr Dicky L. Tahapary, SpPD-KEMD, PhD menyebut, obesitas meningkatkan risiko gejala berat hingga kematian akibat COVID-19.

"Di lain sisi, pandemi COVID-19 bisa meningkatkan risiko obesitas karena orang banyak tinggal di rumah, banyak makan, jarang ada aktivitas fisik," ujarnya dalam webinar oleh Kementerian Kesehatan, Rabu (24/3/2021).

Pengidap obesitas dikhawatirkan mengalami masalah inflamasi dan gangguan imunitas. Meski vaksinasi Corona kini tengah digencarkan, dr Dikcy khawatir vaksin ini tak seratus efektif membangun imunitas pada pengidap obesitas.

"Yang dikhawatirkan adalah ketidakefektifan vaksin karena ada gangguan respon imun. Beberapa studi mengatakan bahwa pada pasien obesitas, respon imun setelah diberikan vaksin tidak sebaik pada orang yang tidak obesitas," terangnya lebih lanjut pada detikcom.

Meski begitu dr Dicky menyebut, penyuntikan vaksin COVID-19 untuk pengidap obesitas sebaiknya tetap dijalankan. Pasalnya menurut rekomendasi, pengidap penyakit komorbid pun diperbolehkan menerima vaksin Corona, selama ada upaya kontrol atau surat keterangan layak divaksin dari dokter.

"Walaupun tidak sebaik pasien non obes, proteksi terhadap flu itu cukup baik. Jadi, lebih bagus tetap diberikan vaksinasi," ujarnya.

Memang demi keamanan, terdapat catatan khusus untuk para pengidap penyakit komorbid yang hendak disuntik vaksin Corona.

Namun menurut dr Dicky, vaksinasi COVID-19 untuk pengidap obesitas sebaiknya diprioritaskan karena mereka rentan terhadap COVID-19 berkepanjangan, bahkan kematian.

"Justru prioritas diberikan vaksin. Dengan catatan, komorbiditas bisa dikendalikan oleh dokter penyakit dalam," pungkasnya.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)