Rabu, 24 Mar 2021 13:44 WIB

Interval Vaksin Jadi 28 Hari, Target Setahun Vaksinasi RI Diragukan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada sejumlah pegawai pusat perbelanjaan di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 1.500 orang pegawai pusat perbelanjaan. Ilustrasi vaksinasi. (Foto: Dedy Istanto)
Jakarta -

Masa interval vaksin Sinovac diperpanjang menjadi 28 hari. Sebelumnya, penetapan pemberian dosis kedua selama 28 hari hanya berlaku bagi lansia, sementara usia dewasa 18-59 tahun 14 hari.

Perubahan masa interval vaksin Sinovac tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/653/2021 terkait Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

"Penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan," demikian dikutip dari surat edar Kemenkes yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, 15 Maret lalu.

Menanggapi hal ini, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengimbau agar pemerintah mulai merevisi target vaksinasi seiring dengan perubahan masa interval vaksin Sinovac.

"Pemerintah pusat atau daerah merevisi perencanaannya, disesuaikan kan, sekarang dengan jarak sekian (interval vaksin 28 hari) bagaimana peta jalan vaksinasinya," kata Dicky saat dihubungi detikcom Rabu (24/3/2021).

"Peta jalannya direvisi, termasuk kan peta jalannya sekarang kan sudah ada AstraZeneca dan juga rencana vaksin gotong royong. Itu yang tentu kita harus lihat lagi hasil revisi pemerintah ini gimana," bebernya.

Meski begitu, Dicky menyebut perubahan masa interval vaksin bukan berarti tak berdasar. Berdasarkan uji klinis Sinovac termasuk di Turki, rentang waktu pemberian dosis kedua lebih lama memang memicu perlindungan diri lebih baik.

Lebih lanjut, ia pun menyoroti target vaksinasi COVID-19 Indonesia di satu tahun tampak terlalu ambisius. Menurut Dicky, perhitungan realistisnya selesai di dua hingga tiga tahun.

"Jelas dari sebelum adanya interval vaksin 28 hari ini pun satu tahun itu terlalu ambisius sebetulnya, target kita satu tahun itu, karena apa? supply yang belum ada jaminan, belum juga masalah tantangan, baik secara geografis, SDM kita," jelas Dicky.

"Termasuk ada sebagian yang masih ragu-ragu atau bahkan belum mau divaksinasi ini kan artinya satu tahun itu terlalu ambisius," lanjutnya.



Simak Video "Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa, Perlukah Persiapan Khusus?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)