ADVERTISEMENT

Rabu, 24 Mar 2021 16:30 WIB

1 dari 3 Mantan Pasien Corona Kena Long COVID, Gejala Ini Paling Sering Dialami

Ayunda Septiani - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/Xesai)
Jakarta -

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada hari Senin (22/3/2021), menyebutkan gejala jangka panjang COVID-19 atau Long COVID banyak terjadi pada pasien yang sudah sembuh.

Dikutip dari laman Healthshots, penelitian baru tersebut menunjukkan setidaknya 1 dari 3 mantan pasien COVID-19 bisa mengalami kondisi tersebut.

Gejala jangka panjang yang paling sering dirasakan adalah:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Depresi
  • Gangguan stres pasca-trauma (PTSD)

"Mengingat ada jutaan orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 secara global, efek jangka panjang pada aspek kesehatan fisik, kognitif, dan mental masih perlu diperhatikan," ungkap penulis utama Kartik Sehgal, seorang ahli onkologi medis di Boston's Dana-Farber Cancer Institute.

Namun, pada kasus COVID-19 yang parah bisa menginfeksi paru-paru pasien. Peneliti telah menunjukkan bahwa COVID-19 dapat menyerang organ lain yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi termasuk penyakit kardiovaskular dan peradangan kronis.

Secara keseluruhan, peneliti menemukan 30 persen pasien yang diteliti melaporkan setidaknya satu gejala, seperti kelelahan, sesak napas, dan kondisi kejiwaan.

Hasil ini dilakukan setelah meninjau sembilan studi yang membahas efek jangka panjang dari Eropa, Amerika Serikat, dan China yang menemukan bahwa beberapa pasien melaporkan adanya berbagai masalah organ berbulan-bulan setelah mereka keluar dari rumah sakit.

Pada studi lain yang dilakukan di Italia terhadap 143 pasien menemukan bahwa 90 persen melaporkan gejala yang menetap hingga 60 hari setelah mereka pulih dari infeksi COVID-19.

Gejala yang paling umum dirasa adalah kelelahan 53,1 persen, sesak napas 43,4 persen, nyeri sendi 27,3 persen, dan nyeri dada 21,7 persen. Secara total, lebih dari separuh pasien mengalami beberapa gejala dua bulan setelah meninggalkan rumah sakit.

"Penting untuk tidak melupakan efek kesehatan mental dari COVID-19 sembari menjaga gejala fisik," ujar Sehgal, yang juga instruktur di Harvard Medical School.



Simak Video "WHO Jelaskan Cara Mengidentifikasi Kondisi Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT