Kamis, 25 Mar 2021 08:32 WIB

7 dari 10 Mantan Pasien COVID-19 Tak Bisa Benar-benar Sembuh, Kok Bisa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Ilustrasi pasien. (Foto: iStock)
Jakarta -

Penelitian di Inggris menunjukan 7 dari 10 mantan pasien COVID-19 mengaku tak bisa benar-benar pulih meski sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan, 1 dari 5 mengaku tak bisa kembali bekerja dan beraktivitas normal seperti waktu belum terinfeksi.

"Hasil kami menunjukan gejala berat, gangguan kesehatan mental dan fisik, serta muncul kerusakan organ hingga 5 bulan setelah terkena COVID-19," terang Rachael Evans, profesor di Universitas Leicester dan konsultan pernapasan di rumah sakit Leicester, dikutip dari CNN, Kamis (25/3/2021).

Menurut penelitian yang dilakukan pada 1.077 pasien COVID-19 tersebut, hanya 29 persen responden mengaku benar-benar pulih setelah dinyatakan sembuh.

Lebih dari 90 persen di antaranya turut mengaku mengalami gejala berkepanjangan dan sulit disembuhkan.

Disebutkan, gejal-gejala paling umum dialami pengidap Long COVID adalah nyeri otot, nyeri sendi, kelelahan, penurunan kondisi fisik, gangguan tidur, napas pendek, dan kesulitan mengingat atau berkonsentrasi.

"Terlihat jelas bahwa mereka yang membutuhkan ventilasi mekanis dan perawatan insentif membutuhkan waktu lebih lam untuk pulih," imbuh Prof Evans.

Pula dipaparkan, gejala COVID-19 berkepanjangan turut berimbas pada kondisi mental.

25 persen responden mengalami gejala klinis depresi dan gangguan kecemasan. Sedangkan 12 persen mengalami trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD).



Simak Video "Daftar Vitamin untuk Jaga Imunitas Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)