Kamis, 25 Mar 2021 10:10 WIB

Studi Sebut Wanita Paruh Baya Lebih Berisiko Alami Long COVID

Ayunda Septiani - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Studi menyebut wanita paruh baya lebih berisiko mengalami long COVID. (Foto ilustrasi: Getty Images/Xesai)
Jakarta -

Wanita berusia 40-an dan 50-an tampaknya lebih berisiko mengalami masalah jangka panjang setelah keluar dari rumah sakit pasca sembuh dari virus Corona COVID-19.

Dikutip dari laman Reuters, dua penelitian di Inggris menemukan fakta bahwa mereka yang berusia tersebut akan menderita gejala berkepanjangan, seperti kelelahan, sesak napas, dan kabut otak.

Salah satu studi menunjukkan, lima bulan setelah meninggalkan rumah sakit, pasien COVID-19 yang muda, berkulit putih, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki masalah kesehatan lain, seperti diabetes, paru-paru, atau penyakit jantung, lebih cenderung untuk melaporkan gejala Long COVID.

"Studi kami menemukan mereka yang memiliki gejala berkepanjangan paling parah cenderung wanita kulit putih berusia sekitar 40 hingga 60 tahun yang memiliki setidaknya dua kondisi kesehatan jangka panjang," jelas Chris Brightling, profesor kedokteran pernapasan di Universitas Leicester yang ikut memimpin studi yang dikenal sebagai PHOSP-COVID.

Studi kedua yang dipimpin oleh International Severe Acute Respiratory dan Emerging Infections Consortium (ISARIC) menemukan wanita di bawah 50 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan masalah kesehatan jangka panjang yang lebih buruk dibanding pria dan perempuan tua.

Bahkan, jika mereka tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Semakin jelas bahwa COVID-19 memiliki konsekuensi besar bagi mereka yang sudah sembuh dari penyakit tersebut," ujar Tom Drake, peneliti klinis di Universitas Edinburgh yang ikut memimpin studi ISARIC.

"Kami menemukan, wanita yang lebih muda kemungkinan besar memiliki masalah jangka panjang yang lebih buruk," imbuh dia.

Gejala kecemasan

Studi ISARIC, yang mencakup sekitar 327 pasien, menemukan wanita di bawah 50 tahun dua kali lebih mungkin melaporkan kelelahan, tujuh kali lebih mungkin mengalami sesak napas, dan juga lebih mungkin memiliki masalah yang berkaitan dengan memori, mobilitas, serta komunikasi.

Sementara studi PHOSP-COVID menganalisis 1.077 pasien pria dan wanita yang keluar dari rumah sakit di Inggris antara Maret dan November 2020 setelah terpapar COVID-19.

Mayoritas pasien melaporkan beberapa gejala persisten setelah lima bulan keluar dari rumah sakit, dengan gejala umum adalah nyeri otot dan sendi, kelelahan, kelemahan, sesak napas, dan kabut otak.

Lebih dari seperempat memiliki apa yang dikatakan dokter sebagai gejala kecemasan dan depresi yang signifikan secara klinis setelah lima bulan, dan 12 persen memiliki gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Louise Wain, profesor dan spesialis pernapasan di Universitas Leicester yang ikut memimpin PHOSP-COVID, mengatakan perbedaan dalam tanggapan kekebalan pria dan wanita dapat menjelaskan mengapa sindrom pasca-Covid tampaknya lebih umum pada perempuan.

"Kami tahu, autoimunitas, di mana tubuh memiliki respons kekebalan terhadap sel dan organnya sendiri yang sehat lebih umum terjadi pada wanita paruh baya," jelasnya.

"Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya proses yang berlangsung," pungkasnya.



Simak Video "Gejala Long Covid Jadi Perhatian WHO dan Para Ahli Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/fds)