Kamis, 25 Mar 2021 13:45 WIB

AstraZeneca Revisi Data Uji Klinis Vaksin Corona, Efikasi Jadi 76 Persen

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tokoh agama dan guru di Kota Sidoarjo menjalani vaksinasi perdana vaksin AstraZeneca. Pelaksanaan vaksinasi itu ditinjau langsung Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Jakarta -

Vaksin AstraZeneca memperbarui data uji coba ketiga vaksin Corona. Perbaruan ini menanggapi polemik akurasi data yang dipertanyakan dari laporan awal vaksin mereka di Amerika Serikat.

Dikutip dari CNBC, AstraZeneca mengumumkan vaksinnya 76 persen efektif mencegah kasus Corona bergejala. Mereka juga menyatakan dalam laporan baru uji ketiganya, vaksin 100 persen efektif mencegah penyakit parah karena COVID-19 dan rawat inap.

Efikasi vaksin tersebut menurun dibandingkan laporan awal yang sebelumnya menyebutkan efikasi mencapai 79 persen mencegah kasus bergejala.

Sejumlah pejabat kesehatan AS mengkritik AstraZeneca dalam beberapa hari terakhir, mengklaim jika laporan awal vaksin mereka tidak transparan dan tak lengkap, dengan dugaan menguntungkan pihak pengembang vaksin.

Pihak AstraZeneca mengklarifikasi, menegaskan data yang didapat dari laporan awal berdasarkan interim report atau analisis sementara, yang akan terus diupdate hasilnya. dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular ternama di AS mengimbau agar tak mempermasalahkan hal tersebut lantaran sejauh ini vaksin AstraZeneca dinilai aman digunakan.

"Faktanya ini adalah vaksin yang sangat bagus," kata Fauci.

Dalam data uji coba ketiga yang diperbarui, ada 190 kasus bergejala, di lebih dari 32.000 relawan. Ada peningkatan sekitar 50 kasus bergejala, dibandingkan dengan kumpulan data yang dirilis sebelumnya.

Studi vaksin AstraZeneca terbaru juga menunjukkan vaksin lebih efektif pada pasien berusia 65 tahun ke atas dengan angka efikasi 85 persen, dari sebelumnya 80 persen.




Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)