Kamis, 25 Mar 2021 14:50 WIB

ITAGI: Penggunaan Vaksin AstraZeneca Mempertimbangkan Manfaat-Risiko

Inkana Putri - detikHealth
Vaksin AstraZeneca: India tunda ekspor vaksin untuk penuhi kebutuhan domestik Foto: BBC World
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan POM telah kembali melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi COVID-19 nasional. Hal ini mengingat manfaat vaksin AstraZeneca jauh lebih besar jika dibandingkan risikonya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dr. dr. Kuntjoro Harimurti menyampaikan hasil penelitian vaksin AstraZeneca sejauh ini cukup aman. Namun, memang masih ditemukan beberapa kasus penggumpalan darah dan penurunan jumlah trombosit pasca vaksinasi di sejumlah negara Eropa.

"Namun, kalau lihat dari angkanya sebenarnya sangat kecil sekali hanya sekitar 7 kasus dari 20 jutaan vaksinAstraZeneca yang sudah disuntikkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Lebih lanjut Dr. Kuntjoro menegaskan hingga saat ini belum ditemukan hubungan pasti antara penyuntikan vaksin dengan kejadian pembekuan darah dan penurunan trombosit.

"Dalam ilmu epidemiologi, kita mencari hubungan antara 2 hal. Dalam hal ini, satu halnya adalah penyuntikan vaksin AstraZeneca, yang kedua adalah kejadian efek samping tersebut. Sebenarnya kalau mau fair kita harus melihat berapa sebenarnya kejadian pembekuan darah dengan penurunan trombosit tersebut pada populasi yang tidak atau sudah divaksinasi AstraZeneca," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan dalam dunia kedokteran, khususnya bidang epidemiologi, risk dan benefit ratio menjadi hal yang dipertimbangkan dari sebuah kasus. Bahkan, hal ini juga direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

"Jika manfaatnya lebih tinggi dibanding risikonya, maka kita tetap menganjurkan obat atau dalam hal ini vaksin tersebut. WHO juga merekomendasikan hal yang serupa," katanya.

Soal dilanjutkannya distribusi vaksin AstraZeneca, Dr. Kuntjoro menyebut langkah ini harus didukung oleh masyarakat. Menurutnya, hal tersebut tentu telah melalui pertimbangan yang matang.

"Masyarakat harusnya percaya kepada keputusan pemerintah menggunakan vaksinAstraZeneca karena hal itu sudah pasti melalui kajian yang mendalam dan sudah mempertimbangkan manfaat serta risikonya,"ungkapnya.

Ia pun menyarankan pada program vaksinasi COVID-19 nasional, masyarakat tidak perlu memilih jenis vaksin. Mengingat program ini bergantung dengan ketersediaan vaksin.

"Saya menyarankan untuk tidak menolak namun tetap waspada untuk memperhatikan kejadian ikutan pascaimunisasinya sehingga kalau pun misalnya terjadi efek samping, bisa segera diatasi," pungkasnya.



Simak Video "Soal AstraZeneca, WHO: Manfaat Lebih Besar Dibanding Risikonya"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)