Jumat, 26 Mar 2021 13:46 WIB

Galon Guna Ulang Aman Dikonsumsi, Ini Faktanya

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Ilustrasi Galon Air Mineral Foto: shutterstock
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan pernyataan bahwa galon Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbahan Polikarbonat (PC) aman untuk dikonsumsi. Hal ini untuk menyikapi masih beredarnya informasi di masyarakat yang menyebut kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon AMDK yang digunakan secara berulang dapat berpengaruh terhadap kesehatan.

"Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman," tulis Badan POM dikutip dari situs resminya soal Kandungan Bisfenol A (BPA) pada Kemasan Galon AMDK, Jumat (26/3/2021)

BadanPOM juga memastikan paparan BPA berada pada tingkat aman. Oleh karenanya, BadanPOM telah menetapkan Peraturan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan. Peraturan ini mengatur persyaratan keamanan kemasan pangan termasuk batas maksimal migrasi BPA maksimal 0,6bpj (600mikrogram/kg) dari kemasan PC.

Selain itu, Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA karena data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. EFSA menetapkan batas aman paparan BPA oleh konsumen adalah 4 mikrogram/kg berat badan/hari.

"Sebagai ilustrasi, seseorang dengan berat badan 60 kg masih dalam batas aman jika mengonsumsi BPA 240 mikrogram/hari. Penelitian tentang paparan BPA (Elsevier, 2017) menunjukkan kisaran paparan sekitar 0,008-0,065 mikrogram/kg berat badan/hari sehingga belum ada risiko bahaya kesehatan terkait paparan BPA," jelasnya.

Oleh karenanya, beberapa industri mengecam masih adanya segelintir orang yang mencoba menghembuskan berita-berita hoax seputar bahaya Bisfenol A (BPA) yang terkandung dalam galon air minum dalam kemasan (AMDK) berbahan Policarbonat (PC) yang disebutkan berbahaya bagi kesehatan. Dikhawatirkan, pemberitaan hoax terkait AMDK galon guna ulang yang dihembuskan dapat mengganggu perekonomian Indonesia jika tidak disikapi dengan tegas oleh pemerintah.

Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Pridjosoesilo mengatakan sangat bergantung kepada BPOM sebagai lembaga yang memiliki otoritas di Indonesia mengenai keamanan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat. Menurutnya, aturan pemerintah dan standar keamanan pangan yang ada sudah ketat, guna menjamin keamanan pangan tersebut.

"Industri minuman dalam wadahASRIM juga sangat memperhatikan isu keamanan pangan ini, dan terus melakukan komunikasi dan berkoordinasi intensif denganBPOM agar produk-produk kami dapat comply dengan aturan-aturan yang ditetapkan olehBPOM,"ucapnya.

Triyono menambahkan BPOM selaku badan resmi pemerintah yang diberi kewenangan untuk menjaga keamanan pangan tentunya menjadi sumber informasi yang paling kompeten terkait dengan isu BPA ini. Ia pun berharap konsumen dapat mengecek langsung via BPOM terkait dengan isu-isu yang beredar yang belum tentu kebenarannya tersebut.

Senada dengan ASRIM, Ketua Umum ASPADIN Rachmat Hidayat juga mendukung tindakan tegas pemerintah untuk melindungi industri makanan dan minuman dari serangan informasi yang menyesatkan. Hal ini penting agar iklim dunia usaha di Indonesia tetap terjaga sehingga berdampak baik bagi berbagai sektor masyarakat.
"Dengan demikian industri AMDK dapat bangkit dari krisis akibat pandemi Covid 19 saat ini, tumbuh dengan sehat, dan tetap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang kita cintai bersama," jelasnya.

(ega/ega)