Sabtu, 27 Mar 2021 09:09 WIB

Daftar Negara Paling Bahagia di Dunia Meski Ada Pandemi, RI Peringkat Berapa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pelabuhan Nyhavn yang Instagramable di Denmark Denmark termasuk salah satu negara paling bahagia (Foto: AN Uyung Pramudiarja/detikTravel)
Jakarta -

Selama lebih dari setahun, pandemi virus Corona membawa ketakutan dan kecemasan pada seluruh orang di dunia. Tapi dalam laporan tahunan tentang rasa bahagia di seluruh dunia, pandemi tidak menghancurkan semangat orang-orang menjalani hidup dengan suka cita.

Laporan terbaru United Nations World Happiness Report 2021 menemukan bahwa meski emosi berubah saat pandemi terjadi, kepuasan jangka panjang dengan kehidupan tidak terlalu berpengaruh.

"Tujuan kami ada dua. Pertama, untuk fokus pada efek Covid-19 pada struktur dan kualitas hidup masyarakat. Kedua, untuk menggambarkan dan mengevaluasi bagaimana pemerintah di seluruh dunia menangani pandemi," tulis laporan itu, dikutip Sabtu (27/3/2021).

Laporan tahunan yang dirilis oleh Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB memeringkatkan 149 negara berdasarkan pendapatan domestik bruto per orang, harapan hidup sehat, dan pendapat penduduk.

Survei meminta responden untuk menunjukkan pada skala 1-10 seberapa besar dukungan sosial yang mereka rasakan jika terjadi kesalahan, kebebasan mereka untuk membuat pilihan hidup sendiri, perasaan mereka tentang seberapa korup masyarakat mereka dan seberapa murah hati mereka.

Bagaimana hasilnya?

Finlandia menempati peringkat pertama urutan negara paling bahagia di dunia meski di tengah pandemi COVID-19. Keberhasilan Finlandia dalam menanggulangi Corona disebut berpengaruh pada kepercayaan yang dimiliki rakyatnya.

Menyusul Finlandia, ada Denmark, Swiss, Islandia, Belanda, Norwegia, Swedia, Luksemburg, Selandia Baru dan Austria.

Laporan tersebut juga memperlihatkan negara paling tidak bahagia yang sayangnya sekali lagi ditempati oleh Afghanistan. Disusul oleh Zimbabwe, Rwanda, dan Botswana.

Indonesia gimana?

Indonesia menempati urutan ke-82 dalam survei tersebut, satu posisi lebih rendah dibandingkan negara tetangga, Malaysia, di urutan 81.

"Laporan Kebahagiaan Dunia 2021 mengingatkan kita bahwa kita harus bertujuan untuk kesejahteraan daripada sekadar kekayaan, yang memang akan cepat berlalu jika kita tidak melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam mengatasi tantangan pembangunan berkelanjutan," kata rekan penulis dan ekonom di Universitas Colombia, Jeffrey Sachs.



Simak Video "Apakah GeNose Dapat Mendeteksi Jenis Mutasi Baru Virus Corona?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)