Sabtu, 27 Mar 2021 11:00 WIB

Satgas IDI Sangsi Larangan Mudik Efektif Cegah Corona, Ini Sebabnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. Larangan mudik yang akan dimulai dari 6-17 Mei itu dilakukan sebagai upaya pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di RI. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Dalam rangka menangani pandemi COVID-19, pemerintah melarang perjalanan mudik Lebaran 2021 pada 6 sampai 17 Mei 2021. Peraturan tersebut berdasarkan rapat menteri, Jumat (27/3/2021).

Menanggapi masyarakat yang tidak setuju dengan adanya larangan mudik, Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengaku tak heran jika larangan mudik ini menuai ketidaksetujuan dari publik.

Larangan mudik tersebut amat penting untuk dilaksanakan. Akan tetapi, larangan mobilitas ini tak sejalan dengan kerumunan-kerumunan dan mobilitas yang masih berlangsung padat setiap hari, seperti di fasilitas Commuter Line.

"Tapi lebih ingin konsistensi pada tiap implementasi kebijakan COVID-19. Jika di dalam Commuter Line saja masih berkerumun, tentunya akan membuat publik bertanya-tanya terhadap tiap kebijakan baru yang dibuat" ujarnya, dikutip dari akun Twitter @ProfesorZubairi, Jumat (26/3/2021).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh detikcom, Profesor Zubairi menjelaskan, larangan mudik ini memang penting diterapkan. Akan tetapi agar bisa efektif, perlu diseimbangankan dengan upaya yang lain, termasuk mengurangi kerumunan.

"Ya kalau hanya larangan mudik tentu kurang efektif. Harus bersama-sama dengan upaya yang lain yang sudah bolak-balik disampaikan mengenai pakai masker kalau keluar rumah, sering-sering cuci tangan, jangan berkerumun, termasuk 3T, bersama dengan vaksin" terangnya, Jumat (26/3/2021).

Lagi-lagi, Profesor Zubairi mengingatkan pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya, keberhasilan penanganan pandemi akan tercapai jika upaya pembatasan mobilitas konsisten diiringi pelaksanaan protokol kesehatan.

"Larangan mudik kemudian bersama dulu disebut PSBB, sekarang PPKM, saya kira itu secara gabungan akan bermanfaat" pungkasnya.



Simak Video "Mudik Dilarang, Ini Mekanisme Pemerintah Batasi Mobilitas Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)