Senin, 29 Mar 2021 11:45 WIB

Ini Daftar Kemungkinan Efek Samping Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Vaksin AstraZeneca. (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Vaksin AstraZeneca dihentikan sementara penggunaannya di Sulawesi Utara. Hal ini terkait dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang terjadi usai disuntik vaksin Corona buatan Inggris tersebut.

Satgas Penanganan COVID-19 Sulut menyebut dari 3.990 warga yang disuntik vaksin AstraZeneca, ada yang mengalami efek samping seperti demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah.

Sama seperti obat dan vaksin lainnya, vaksin Corona AstraZeneca juga menimbulkan efek samping pada beberapa penerimanya. Dalam studi klinis vaksin AstraZeneca, efek samping yang dilaporkan cenderung ringan sampai sedang yang bisa sembuh dalam waktu beberapa hari.

Berikut efek samping yang dilaporkan selama uji klinis vaksin AstraZeneca dikutip dari laman GOV.UK

Sangat umum (mempengaruhi lebih dari 1 dari 10 orang)

- Nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan
- Merasa tidak enak badan
- Menggingil atau demam
- Sakit kepala
- Mual
- Nyeri sendi atau nyeri otot

Umum (dirasakan 1 dari 10 penerima)

- Bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan
- Demam
- Muntah atau diare
- Radang tenggorokan
- Pilek atau batuk
- Menggigil

Jarang (dirasakan 1 dari 100 penerima)

- Nafsu makan menurun
- Sakit perut
- Kelenjar getah bening membesar
- Keringat berlebih
- Kulit gatal atau ruam

Beberapa orang melaporkan perasaan dingin tiba-tiba dengan menggigil atau gemetar disertai dengan kenaikan suhu tubuh dan berkeringat, sakit kepala (termasuk sakit kepala seperti migrain), mual, nyeri otot dan perasaan tidak enak badan, dimulai dalam satu hari setelah mendapatkan vaksin dan biasanya berlangsung selama satu atau dua hari.

Apabila efek samping dirasa tak kunjung membaik setelah dua hari, seperti nyeri atau demam, masyarakat diperbolehkan untuk mengonsumsi pereda nyeri seperti parasetamol.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)