Minggu, 28 Mar 2021 06:00 WIB

Kemenkes Kaji Penghentian Sementara Vaksinasi AstraZeneca di Sulut

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sejumlah tokoh agama dan guru di Kota Sidoarjo menjalani vaksinasi perdana vaksin AstraZeneca. Pelaksanaan vaksinasi itu ditinjau langsung Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) menyetop sementara penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Padahal, sebanyak 50.000 dosis AstraZeneca baru tiba di Manado, Sulut pada Selasa (23/3/2021) diperuntukkan petugas publik.

Sedangkan penyuntikan berlangsung mulai Rabu (24/3/2021).

Penyetopan ini disebabkan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berupa demam, menggigil, nyeri badan dan tulang, mual, dan muntah yang dialami 5 - 10 persen warga penerima vaksin AstraZeneca.

"KIPI ini hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah. Total yang divaksin AZ sebanyak 3.990 orang" kata Kepala Satgas COVID-19 Sulut, Steven Dandel saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Ia menambahkan, ada kemungkinan KIPI yang telah terjadi ini adalah efek samping vaksinasi yang tergolong biasa (common). Akan tetapi, penyetopan tetap dilakukan sebagai langkah hati-hati.

"Dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AZ, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek simpang (adverse effect dari vaksin AZ, yang sifatnya sangat sering terjadi very common, artinya 1 di antara 10 suntikan" kata Steven.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menanggapi, pihaknya tengah mengkaji temuan KIPI tersebut.

"Sedang dikaji WHO, ITAGI, dan Komnas KIPI" terang Nadia kepada detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Ia pula menyebut, belum ada laporan soal KIPI dari vaksin AstraZeneca dari wilayah selain Sulut.

"Belum, yang lain tetap jalan" imbuh dr Nadia.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)