Senin, 29 Mar 2021 13:30 WIB

Ingin Pergi ke Luar Kota Saat Libur Lebaran 2021? Ini Syaratnya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. Larangan mudik yang akan dimulai dari 6-17 Mei itu dilakukan sebagai upaya pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di RI. Pemerintah memberlakukan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik Lebaran Idul Fitri pada 6-17 Mei 2021. Namun, apabila kondisi mendesak, pemerintah dapat mengizinkan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar kota selama masa libur Lebaran.

Menurut juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, kondisi mendesak yang dimaksud adalah harus berkaitan dengan pekerjaan.

"Yang diperbolehkan adalah yang melakukan perjalanan apabila ada kebutuhan mendesak terutama terkait dengan pekerjaan," kata Wiku dalam rapat koordinasi Satgas Penanganan COVID-19, Minggu (28/3/2021).

Wiku pun menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke luar kota selama masa libur Lebaran 2021. Pertama, bagi pegawai ASN, TNI, Polri, BUMN, atau BUMD harus menunjukkan surat perjalanan tertulis dari pejabat setingkat Eselon II dan dilengkapi dengan tanda tangan basah, nama, dan nomor HP.

Selanjutnya, kata Wiku, bagi pegawai swasta yang ingin melakukan perjalanan keluar kota juga harus menunjukkan surat izin perjalanan tertulis dari pimpinan atau atasan tertinggi, yang juga dilengkapi dengan tanda tangan basah, nama dan nomor HP.

"Kemudian pekerja sektor informal dan pelaku perjalanan yang tidak mudik ini harus (mendapat) izin dari Kepala Desa atau kelurahan yang dilengkapi dengan identitas yang jelas (dilengkapi dengan tanda tangan basah, nama, dan nomor HP) dalam rangka untuk bisa dicek nanti di lapangan," jelasnya.

Terakhir, Wiku juga menjelaskan peraturan lalu lintas untuk membatasi mobilitas antar kota selama masa libur Lebaran 2021.

"Mobilitas antar kota dengan kendaraan motor hanya diperbolehkan untuk kepentingan non mudik. Jadi tidak ada transportasi atau pengangkutan sepeda motor ke antar daerah, atau pun menggunakan sepeda motor untuk keperluan mudik," tegasnya.



Simak Video "Berapa Lama Idealnya Masa Karantina untuk Pelaku Perjalanan?"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)