Senin, 29 Mar 2021 15:30 WIB

Prediksi Satgas Jika Warga Nekat Mudik: Corona Harian Naik 119 Persen!

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 memprediksi akan terjadi kenaikan rata-rata kasus baru Corona hingga 119 persen apabila masyarakat tetap nekat melaksanakan mudik Lebaran 2021 pada bulan Mei mendatang.

"Ini prediksi dari tim Satgas, tim data dipimpin oleh dr Dewi (Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19) telah membuat simulasi, membuat asumsi, akan terjadi kenaikan rata-rata kasus harian antara 37-119 persen," ucap Doni Monardo, Ketua Satgas penanganan COVID-19, Minggu (28/3/2021).

Tak hanya itu, Doni juga menjelaskan jumlah kematian mingguan akibat COVID-19 di Indonesia akan meningkat sebanyak 6-75 persen apabila larangan mudik Lebaran 2021 tidak diberlakukan. Angka ketirisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) pun diprediksi meningkat hingga 43 persen jika masyarakat tetap nekat mudik.

"Kenaikan BOR 26,27-43,65 persen. Saat ini kita bersyukur bahwa bed occupancy rate untuk ICU dan isolasi sudah di bawah 50 persen, saya ulangi sudah di bawah 50 persen," kata Doni dalam rapat koordinasi Satgas Penanganan COVID-19.

"Hanya tinggal 2 provinsi yang di atas 50 persen dan 1 provinsi di atas 60 persen. Sekali lagi saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga pasien di rumah sakit mengalami penurunan jumlahnya," lanjutnya.

Namun, kata Doni, semua pencapaian itu akan hilang apabila masyarakat tetap nekat melaksanakan mudik pada libur Lebaran Idul Fitri nanti. "Kemudian jumlah kasus mingguan kalau ini tidak ada pelarangan, maka akan ada peningkatan 8.000-40.000 kasus," ujarnya.

Doni sekali lagi menegaskan jika masyarakat tetap nekat untuk mudik, maka akan ada 100-700 orang yang meninggal akibat COVID-19 dalam seminggunya. Artinya, akan lebih banyak kasus kematian Corona karena rumah sakit kembali penuh.

"Kita ini semua pasti akan meninggal, tidak ada yang hidup seumur hidup. Tetapi, ini mempercepat kematian. Oleh karenanya, strategi dilarang mudik betul-betul dijadikan tema oleh seluruh pihak, instansi, lembaga, dan daerah," jelasnya.

"Saya ulangi lagi, dilarang mudik! tidak ada kata lain, cuma satu kata dilarang mudik! titik sudah, tidak ada lagi embel-embel liburan," tegasnya.



Simak Video "Satgas Ingatkan Mudik Tahun Lalu Kasus COVID-19 Naik hingga 93%"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)