Kamis, 01 Apr 2021 05:30 WIB

6 Warna dan Tekstur Kotoran Telinga dan Artinya bagi Kondisi Kesehatan

Ardela Nabila - detikHealth
Cotton swabs Cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Sama seperti kotoran mata dan hidung, kotoran telinga merupakan hal yang sering kali enggan untuk dibicarakan. Padahal, kotoran telinga merupakan hal yang alami dan memiliki peran bagi kesehatan.

Sejumlah ahli medis percaya bahwa kotoran telinga menandakan kondisi umum kesehatan seseorang yang bisa mempengaruhi keadaan endokrin seseorang. Sebagai contoh, sifat dan warna lilin kotoran yang dapat berubah sesuai dengan hormon atau tingkat gula darahnya.

Namun, hal ini belum dapat dibuktikan melalui penelitian medis. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk lebih memahami hubungan antara serumen dan kondisi umum kesehatan seseorang.

Dikutip dari laman Livestrong, berikut penjelasan mengenai kotoran telinga yang dapat menentukan kondisi kesehatan, seperti dijelaskan oleh Michael J Kortbus, MD, FACS, ahli otolaringologi dan rekan dari American College of Surgeons.

1. Kotoran telinga berwarna putih, kuning, atau oranye

Menurut Dr Kortbus, kotoran telinga normal biasanya cenderung berminyak, terlihat seperti lilin dan berwarna bening, buram, kuning, atau sedikit kemerahan. Namun, kotoran telinga yang sehat dapat bervariasi pula, seperti serumen yang berwarna oranye pekat. Disebutkan, hal tersebut juga menunjukkan kotoran telinga yang menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi kesehatan yang baik.

Di sisi lain, Dr Kortbus mengatakan bahwa seseorang yang sebelumnya tidak memiliki serumen, kemudian tiba-tiba mengalami perubahan pada serumen, maka bisa saja hal tersebut menandakan adanya perubahan pada saluran telinga atau kondisi kesehatan.

2. Kotoran telinga berwarna kuning susu

Jika kamu memiliki kotoran telinga yang terlihat berwarna kuning susu, maka perlu diwaspadai. Sebab, hal tersebut bisa menandakan bahwa kamu mengalami infeksi.

"Saluran telinga selalu memiliki bakteri dan spora jamur di dalamnya, sama seperti kulit," ujar Dr Kortbus.

Pasalnya, saluran telinga memang tempat yang hangat, gelap, dan lembab, tempat yang paling disukai oleh mikroba seperti jamur untuk berkembang di sana. Jamur ini nantinya dapat berkontribusi pada terjadinya infeksi telinga bagian luar. Dr Kortbus menjelaskan beberapa cara untuk mencegah terjadinya infeksi telinga bagian luar, yaitu:

  • Hindari air masuk ke dalam saluran telinga
  • Bilas bagian luar saluran dengan handuk atau tisu setelah mandi
  • Gunakan pengering rambut yang diatur dingin untuk menguapkan kelembapan di dalam telinga
  • Hindari penggunaan suhu panas pada pengering rambut karena dapat berisiko telinga menjadi panas dan menyebabkan suhu saluran menjadi hangat, sehingga jamur dapat berkembang biak.

Apabila mengalami infeksi akibat kotoran telinga, kamu dapat mengunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemberian antibiotik.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud Ternyata Tidak Tepat"
[Gambas:Video 20detik]