Kamis, 01 Apr 2021 08:04 WIB

Penyerang Mabes Polri Ditembak di Jantung, Kenali Efek Fatal Tembakan Peluru

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Suasana gedung Mabes Polri pascapenyerangan terduga teroris di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. Penembakan di Mabes Polri (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Seorang wanita bersenjata ditembak mati setelah melakukan penyerangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Wanita bernama Zakiah Aini tersebut terkena tembakan mematikan di jantung.

"Hasilnya nanti kami sampaikan ke penyidik tapi meninggal karena tembakan ya. Yang mematikan di jantung," ujar Wakarumkit RS Polri Kombes Umar Shahab di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021).

Sebelum dilumpuhkan dengan tembakan mematikan, Zakiah sempat melepas enam tembakan dalam tiga kesempatan. Dua tembakan dilepaskan ke petugas di dalam pos jaga, dua tembakan lagi dilepaskan ke petugas di luar pos jaga.

"Kemudian terhadap tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Apa yang terjadi ketika tubuh terkena terjangan peluru?

Dikutip dari Medicinenet, ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kerusakan tubuh akibat terjangan peluru. Bentuk dan cara kerja peluru termasuk di antaranya.

Jika pelurunya kecil, maka kemungkinan bisa menembus tubuh tanpa menyebabkan kerusakan tambahan. Tetapi jika peluru hancur saat kontak dengan target, maka kerusakan yang lebih fatal bisa terjadi. Begitu pula jika peluru bergerak dengan pola tertentu, maka kerusakan bisa lebih parah.

Selain itu, kombinasi antara velositas dan dinamika gerak peluru, serta lokasi tubuh yang terkena tembakan, juga mempengaruhi tingkat kerusakan tubuh yang dipicu oleh terjangan peluru.

Kerusakan apa saja yang terjadi?

Ada dua jenis kerusakan yang terjadi akibat terjangan peluru. Pertama, kerusakan sebagai akibat langsung dari hantaman laju peluru. Jalur yang dilalui peluru akan menyisakan rongga permanen. Jika peluru bergerak dengan pola tertentu, transfer energi meningkat dan rongga makin besar.

Kerusakan kedua disebabkan oleh shock wave. Jaringan di sekitar jalur terjangan peluru bisa tertarik, kembali ke bentuk semula, dan terjadi berulang kali seperti riak di air. Makin tinggi velositas peluru, risiko kerusakan semacam ini juga lebih besar.



Simak Video "Cedera Saat Olahraga? Begini Cara Tepat Menanganinya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)