Kamis, 01 Apr 2021 10:33 WIB

Penyerang Mabes Ditembak, Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Diterjang Peluru

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/M Adimaja/wpa/wsj. Foto: ANTARA FOTO/M Adimaja
Jakarta -

Seorang wanita bersenjata nekat masuk ke Mabes Polri dan melepaskan enam tembakan. Wanita yang diketahui bernama Zakiah Aini itu kemudian dilumpuhkan dengan tembakan mematikan di jantung.

"Hasilnya nanti kami sampaikan ke penyidik tapi meninggal karena tembakan ya. Yang mematikan di jantung," ujar Wakarumkit RS Polri Kombes Umar Shahab di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021).

Pistol dan map kuning milik Zakiah Aini terlempar dan tergeletak di dekat tubuhnya yang terkapar. Peluru polisi menerjang jantung tersangka teroris ini yang membuatnya tewas di lokasi kejadian.

Peluru bisa menembus tubuh manusia dengan cukup baik. Jika pelurunya tertembus ke dalam, akan ada banyak kerusakan yang bisa timbul pada tubuh.

Saat tembakan dilepaskan dan peluru masuk ke dalam tubuh, kerusakan fatal bisa terjadi. Peluru 9mm, yang biasanya ditembakkan dari pistol yang digunakan untuk pertahanan diri oleh polisi, bergerak dengan kecepatan 900 mph.

Dengan kecepatan itu, peluru akan membuat rongga yang cukup besar untuk menghancurkan sel-sel di sekitar area tembakan. Getaran yang dihasilkan oleh tembakan juga bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ, meskipun peluru tidak benar-benar mengenai jaringan tersebut.

Setelah peluru 'merobek' dan menembus area kulit dan daging, keberuntungan akan berperan di dalamnya. Ada yang bisa selamat, tapi lebih banyak yang meregang nyawa.

Connor Narciso, mantan petugas medis tempur dan Tentara Hijau Baret yang bertugas di Afghanistan, kepada Life Hacker mengatakan satu tembakan di lengan atau kaki sudah lebih dari cukup untuk mematikan seseorang.

Alasannya, kehabisan darah. Narciso mengatakan penyebab kematian di area perang terbanyak adalah karena kehabisan darah. Apabila peluru mengenai arteri brakialis di lengan, arteri inguinal bilateral, atau arteri subklavia di bawah klavikula, akan terjadi pendarahan yang sangat hebat.

Meski jaringan otot memiliki mekanisme pertahanan untuk menghentikan pendarahan, biasanya itu tidak cukup saat mengalami kehilangan darah internal yang disebabkan oleh proyektil yang menembus seperti peluru.

Hal lain yang terjadi saat tertembak adalah kegagalan organ. Jika mengenai organ vital, peluru akan merobeknya. Peluru juga dapat memantul dan berubah arah begitu berada di dalam tubuh yang berarti satu peluru dapat mengenai banyak organ.

Tidak ada yang tahu ke mana peluru akan bergerak setelah ditembakkan.

Luka tembak di area dada dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, paru-paru, kerongkongan, tulang rusuk, hingga pembuluh darah utama.



Simak Video "Cedera Saat Olahraga? Begini Cara Tepat Menanganinya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)