Kamis, 01 Apr 2021 11:40 WIB

Tak Jadi Bulan Ini, Vaksinasi Corona untuk Umum Molor ke Juni-Juli

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan lansia menjalani vaksinasi COVID-19 di kawasan Jakarta Utara. Seperti diketahui, lansia jadi salah satu kelompok prioritas yang menerima vaksin Corona. Vaksinasi Corona. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pelaksanaan vaksinasi tahap ketiga ditargetkan terlaksana April 2021 sesuai keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Namun, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan pelaksanaan vaksinasi tahap ketiga terpaksa molor dari target sebelumnya. Hal ini dikarenakan stok vaksin Corona terbatas imbas embargo vaksin Corona.

"Karena situasi embargo kita sepertinya baru bisa mulai Juni atau Juli ya," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom Kamis (1/3/2021).

Alasan adanya embargo vaksin Corona India, dikaitkan dengan sejumlah negara yang kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19 seperti Amerika hingga Eropa. Stok vaksin Corona AstraZeneca sebanyak 10 juta dosis untuk RI terpaksa ditunda, diperkirakan datang bulan Mei.

"Sehingga mereka meminta untuk bisa didahulukan proses vaksinasinya, sehingga tadi buat negara-negara yang membeli ini kemudian AstraZeneca mengatakan akan menunda pengiriman vaksin tersebut ke negara kita," lanjutnya.

Cakupan vaksinasi yang semula ditargetkan 750 ribu orang per hari juga disebut dr Nadia tak mungkin tercapai di April. Pemerintah saat ini fokus pada ketersediaan 27 juta dosis vaksin Corona Sinovac yang akan digunakan April hingga Mei.

"Jadi kalau yang sekarang beredar kurang lebih ada 20 juta dosis yang saat ini kita gunakan, kita masih punya simpanan sebanyak 27 juta dosis yang akan kita gunakan di bulan April-Mei," kata dr Nadia.

Siapa yang akan menerima vaksinasi tahap ketiga?

Dalam juknis keputusan Dirjen, pada tahap ketiga vaksinasi akan menyasar masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Sementara dr Nadia menyebut vaksinasi Corona tahap ketiga diberikan pada warga di daerah risiko tinggi COVID-19.

"Masyarakat umum usia 18-59 tahun, tapi nanti prioritas di daerah yg tinggi penularannya," pungkasnya.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)