Jumat, 02 Apr 2021 14:04 WIB

Diidap Thalita Latief, Ini 5 Fakta Mengejutkan Kanker Tiroid

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Thalita Latief bersama kuasa hukum Maruli Tampubolon saat ditemui usai sidang cerai di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis, (1/04/2021). Foto: Palevi/detikcom
Jakarta -

Artis cantik Thalita Latief mengaku dirinya telah mengidap kanker tiroid sejak tahun 2020. Hal ini ia ungkapkan ketika sedang menjalani kasus perceraian dengan suaminya.

"Saya ini yang tersakiti, saya yang terzalimi, saya yang jatuh bangun gitu untuk di kehidupan saya pribadi. Sampai saya sakit terkena kanker tiroid itu," papar Thalita.

Kanker tiroid merupakan kanker yang berkembang di kelenjar tiroid, yang menyebabkan pertumbuhan sel-sel di kelenjar tersebut menjadi tidak terkendali. Umumnya kanker ini terjadi di leher bagian depan.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut sederet fakta tentang kanker tiroid yang perlu diketahui.

1. Wanita lebih rentan

Kanker tiroid umum terjadi pada orang berusia di bawah 55 tahun, 2 persen di antaranya merupakan anak-anak dan remaja. Menurut dokter bedah endokrin di Santa Monica, Melanie Goldfarb, penyakit ini kerap ditemui pada wanita berusia 15-29 tahun.

Sementara itu, ketua riset klinis di University of Texas, Steven Sherman, pun mengatakan sebanyak 75 persen wanita mengidap kanker tiroid.

"Sekitar 75 persen wanita terjangkit kasus kanker tiroid, tetapi para pakar tak yakin mengapa," kata Steven Sherman, seperti dikutip dari Health.com.

Sejumlah studi menyebut hormon estrogen menjadi salah satu faktor tumbuhnya sel tiroid ini. Selain itu, jenis kelamin juga memiliki peran dalam munculnya kanker tiroid, namun diperlukan riset lebih lanjut untuk mengklaim hal tersebut.

2. Gejalanya sukar dideteksi

Direktur bagian Endokrin di Washington Hospital Center, Kenneth D Burman, mengatakan gejala kanker tiroid sukar dideteksi. Maka dari itu, tak sedikit pasien yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit ini.

"Kebanyakan pasien malah tak memiliki gejala, tapi hanya merasakan ketidaknyamanan di lehernya atau merasa ada bengkak," kata Burman.

3. Ada banyak jenisnya

Ada beberapa jenis kanker tiroid, sekitar 80 persennya merupakan jenis karsinoma papiler. Ini merupakan jenis yang mudah ditangani dan jarang fatal.

Kemudian ada jenis karsinoma meduler, yang hanya terjadi pada 4 persen dari keseluruhan kanker tiroid. Jenis ini masih tergolong mudah dikontrol dan ditangani apabila dapat dideteksi lebih awal sebelum ia menyebar ke bagian tubuh lain.

Selain itu, ada karsinoma anaplastik yang merupakan tipe langka, namun lebih agresif. Jenis ini terjadi pada 2 persen dari keseluruhan kasus kanker tiroid.

Terakhir, kanker tiroid folikuler yang muncul dari sel folikel tiroid. Jenis ini umumnya menyerang orang yang berusia di atas 50 tahun.

kanker tiroid folikuler pun termasuk yang langka terjadi, namun disebut lebih agresif atau berbahaya.

4. Ada faktor risikonya

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi Burman mengatakan bahwa kanker tiroid memiliki beberapa faktor risiko. Salah satunya adalah terkena radiasi tingkat tinggi di area kepala dan leher.

Meski begitu, Burman mengaku belum mengetahui secara spesifik radiasi seperti apa yang dapat memicu kanker tiroid.

5. Dapat dideteksi dengan USG dan PET scan

Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) di New York University Langone Medical Center, David Myssiorek, mengatakan bahwa kanker tiroid saat ini sudah dapat dideteksi melalui USG (ultrasonography).

Selain itu, positron emission tomography atau PET scan juga dapat membantu mendeteksi lokasi kanker tiroid dan penyebarannya di tubuh.

"Ultrasonography (USG) tiroid telah disarankan pada kehamilan sejak 30 tahun lalu tapi kini disarankan juga untuk segala jenis bengkak di leher," kata Myssiorek.



Simak Video "Mengenal Rekonstruksi Payudara untuk Penyintas Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)