Sabtu, 03 Apr 2021 15:49 WIB

Long COVID Bisa Diidap Pasien Gejala Ringan, Ini Kata Dokter Paru

Vidya Pinandhita - detikHealth
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare Dokter paru menjelaskan, long COVID juga bisa diidap oleh pasien gejala ringan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn
Jakarta -

Pada beberapa kasus, pasien COVID-19 mengalami gejala berkepanjangan meski telah dinyatakan negatif COVID-19. Rupanya tak hanya diidap lansia atau pengidap penyakit komorbid, 'Long COVID' bisa dialami pasien bergejala COVID ringan.

Dokter spesialis paru dr Diah Handayani, SpP(K) menyebut, isu long COVID di Indonesia hingga kini kerap dianggap sebagai upaya menakut-nakuti.

Padahal, kondisi ini benar-benar ada dan bisa berimbas pada beragam organ tubuh. Di antaranya, masalah paru-paru dan kardiovaskular yang baru timbul setelah pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19.

"Bukan mengada-ngada, tapi ini sindrom yang menyeluruh. Bisa saja tidak hanya 1 (gejala), tapi banyak. Bisa multiple," ujarnya dalam webinar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Sabtu (3/4/2021).

Menurutnya selama ini, pasien COVID-19 langsung terkesan aman jika gejala yang dialami ringan. Namun, gejala berkepanjangan bisa timbul tak hanya pada orang-orang dengan riwayat penyakit paru, melainkan pula orang yang hanya menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Penanganan yang seksama bisa berdampak psikis dan sosial. Ini membutuhkan dukungan keluarga karena pasien biasanya tidak di RS, tapi di rumah. Keluarga harus paham bahwa ini penyakit COVID belum selesai," imbuhnya.

Dokter spesialis fisik dan rehabilitasi dr Siti Chandra Widjanantie SpKFR(K) menambahkan, gejala ini bisa ada selama 6 bulan sampai 1 tahun pasca kesembuhan dari COVID-19. Menurutnya, keluhan terbanyak pasien long COVID beragam usia adalah kelelahan terus-menerus (fatigue).

"Terbesar keluhan adalah cepat lelah. Capek rasanya nggak ngapa-ngapain, kok capek? Aktivitas sedikit, capek. Mungkin COVID nggak parah, isolasi mandiri di rumah. Tapi kok capeknya awet," ujarnya.

Selain fatigue, gejala long COVID pula bisa berupa timbul kemerahan pada kulit, rambut rontok, gangguan tidur, penurunan kognitif, hingga gangguan psikis berupa depresi, gangguan cemas, dan gangguan mood.



Simak Video "Cegah Long Covid, Perhatikan Sejumlah Tindakan Preventif Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)