Minggu, 04 Apr 2021 13:11 WIB

Dialami Aurel Hermansyah, Ini 5 Mitos Kista Ovarium yang Tak Perlu Dipercaya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Aurel Hermansyah saat ditemui di Gedung Trans TV. Aurel Hermansyah. (Foto: Noel/detikHOT)
Jakarta -

Aurel Hermansyah sempat melakukan check up kesehatan reproduksi sebelum melangsungkan pernikahannya. Setelah diperiksa, dokter mengatakan wanita 22 tahun ini memiliki kista ovarium.

"Kita harapnya sih kista hormonal," kata dokter dalam vlog yang diunggah ke kanal YouTube The Hermansyah A6, Kamis (1/4/2021).

Mendengar dokter mendiagnosis Anda dengan 'kista ovarium' dapat wanita memikirkan skenario kasus terburuk, tetapi ini sebenarnya diagnosis yang cukup umum.

Hampir semua wanita didiagnosis dengan kista ovarium di beberapa titik kehidupan mereka. Perbedaannya terletak pada jenis dan ukuran kista yang didiagnosis.

Berikut sederet mitos soal kista ovarium yang tak perlu dipercayai, dikutip detikcom dari beberapa sumber.

1. Perlu dioperasi

Bertentangan dengan apa yang awalnya Anda pikirkan, tidak semua kista ovarium berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, kista ini berukuran kecil, tidak bersifat kanker dan akan sembuh dengan sendirinya.

Pembedahan diperlukan hanya jika kista berukuran besar secara tidak normal atau di mana kista tersebut didiagnosis sebagai kista dermoid atau sebagai endometrioma. Oleh karena itu, jika telah didiagnosis dengan kista ovarium, cari tahu seberapa besar kista itu dan jenis kista apa itu.

2. Menyebabkan kemandulan

Didiagnosis dengan kista di ovarium tidak akan membuat wanita menjadi mandul. Namun, hal itu dapat menyebabkan komplikasi yang dapat menimbulkan kemandulan.

Jika kista terinfeksi, dapat menyebabkan jaringan parut pada saluran tuba. Ini adalah salah satu penyebab infertilitas yang paling umum. Situasi lain di mana kista ovarium dapat menyebabkan kemandulan adalah jika dikaitkan dengan endometriosis.

3. Menyebabkan kanker

Dengan kista ovarium, setiap kasus akan menjadi tak sama pada setiap wanita. Namun, dalam banyak kasus, kista tidak berkembang menjadi sel kanker dan juga tidak bersifat kanker.

Ultrasonografi panggul dapat membantu dokter mendiagnosis jenis kista yang ada di tubuh. Jika dokter menganggapnya kanker, dia biasanya akan menyarankan operasi untuk segera mengangkatnya.

4. Hanya mempengaruhi wanita yang menopause

Kista dapat berkembang di ovarium pada tahap mana pun dalam kehidupan wanita. Sejumlah wanita bahkan bisa mengembangkan kista yang tidak mereka sadari.

Dalam beberapa kasus, wanita bahkan dapat mengembangkan kista ini setelah menjalani histerektomi yang tidak melibatkan pengangkatan ovarium.

5. Tak bisa dikontrol

Jika mengidap kista ovarium berulang, minum pil KB dapat membantu mengatasi situasi tersebut. Konsumsi pil KB bisa menekan perkembangan kista di masa depan.

Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan atau berhenti merokok juga dapat menurunkan risiko terkena kista ovarium.



Simak Video "Perseteruan KD-Aurel-Azriel Jadi Konsumsi Netizen, Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)