ADVERTISEMENT

Minggu, 04 Apr 2021 20:00 WIB

Komnas KIPI Ungkap Temuan Efek Vaksin AstraZeneca, Ada Pembekuan Darah?

Ayunda Septiani - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Prof Hindra Irawan Satari Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menyebutkan bahwa pembekuan darah akibat vaksinasi Corona di Indonesia belum ditemukan.

"Di Indonesia juga belum cukup data, juga tentang blood clot. Namun, laporan dari vaksin ini belum ada laporan tentang blood clot ini," jelasnya, dalam konferensi pers, Minggu (4/4/2021).

"Mudah-mudahan tidak ada, tapi kami mempunyai tugas juga dari WHO sebetulnya untuk melaksanakan surveilans kejadian ikutan dengan perhatian khusus, itu dilakukan di 14 rumah sakit di seluruh Indonesia," tambahnya.

Selain itu, Prof Hindra mengatakan, adanya pembekuan darah yang dikaitkan dengan vaksin Astrazeneca yang sebelumnya dibicarakan akan menjadi perhatian. Prof Hindra menyebutkan sudah melakukan pemantauan sejak 13 Januari lalu, dan melihat apakah blood clot di Indonesia meningkat.

Pada kesempatan yang sama, Prof Hindra mengatakan laporan tertinggi yang paling sering dirasakan pasca imunisasi ada 5. Yaitu ada sakit kepala, mual, muntah, nyeri otot, dan pusing.

"Jadi disimpulkan tidak terkait dengan pemberian vaksin, namun kalau waktu 1 atau 2 hari subjek mengalami demam, mual, muntah, itu kejadian pasca imunisasi, itu menghilang dengan sendirinya dengan tanpa pengobatan," tambahnya.



Simak Video "Dinkes DKI Jakarta Targetkan 715 Ribu Anak Diimunisasi Campak dan Rubella"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT