Senin, 05 Apr 2021 18:36 WIB

Menkes Budi: Mohon Maaf Suplai Vaksin COVID-19 Berkurang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ratusan lansia menjalani vaksinasi COVID-19 di kawasan Jakarta Utara. Seperti diketahui, lansia jadi salah satu kelompok prioritas yang menerima vaksin Corona. Vaksin COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa jumlah vaksin Corona yang tersedia untuk bulan Maret dan April berkurang. Jika sebelumnya ditargetkan tersedia 30 juta dosis, ternyata hanya ada sebanyak 20 juta dosis.

Hal ini terjadi karena beberapa negara di Eropa, Asia, dan Amerika Serikat tengah mengalami lonjakan gelombang ketiga kasus aktif COVID-19 atau third wave. Akibatnya, negara-negara yang memproduksi vaksin yang digoyang third wave tersebut mengarahkan agar vaksinnya tidak boleh keluar atau hanya digunakan di negara masing-masing.

"Sehingga mempengaruhi ratusan negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sehingga, jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau totalnya 2 bulan adalah 30 juta dosis, kita hanya bisa dapat 20 juta dosis atau dua per tiganya," jelas Menkes dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021).

"Akibatnya, laju vaksinasinya mohon maaf bisa disampaikan ke masyarakat agak kita atur kembali, sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya, karena vaksinnya yang berkurang supply-nya," lanjutnya.

Untuk mengatasinya, Menkes mengatakan sedang bernegosiasi dengan produsen-produsen vaksin dan negara-negara penghasil vaksin. Harapannya agar vaksinasi COVID-19 bisa terus meningkat lagi ke depannya.

"Mudah-mudahan di bulan Mei bisa kembali normal, sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus," meningkat," pungkasnya.



Simak Video "Vaksinasi Corona di Indonesia Belum Menyeluruh, Ini Kata Menkes"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)