Rabu, 07 Apr 2021 22:00 WIB

Badan Obat Eropa: Waspada Kasus Pembekuan Darah Terkait Vaksin AstraZeneca

Firdaus Anwar - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Komite keamanan dari Badan Obat Eropa (EMA) mengeluarkan pernyataan resmi terkait vaksin COVID-19 AstraZeneca. Disebutkan bahwa kejadian pembekuan darah memang bisa terjadi sebagai efek samping langka vaksin.

Para tenaga kesehatan diimbau untuk waspada terhadap tanda-tanda pembekuan darah ditambah trombosit yang rendah pada sampai sekitar dua minggu setelah seseorang menerima vaksin.

EMA menegaskan bahwa pada akhirnya vaksin AstraZeneca tetap lebih banyak manfaat dibanding risikonya. Sejauh ini kasus pembekuan darah sebagian besar hanya terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun.

"EMA mengingatkan para tenaga kesehatan dan orang-orang yang menerima vaksin agar mewaspadai kemungkinan kasus langka pembekuan darah ditambah rendahnya trombosit darah yang terjadi dalam waktu dua minggu setelah vaksinasi," tulis EMA seperti dikutip dari CNN, Rabu (7/4/2021).

"Sejauh ini kebanyakan kasus dilaporkan terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun dalam waktu dua minggu setelah vaksinasi. Berdasarkan bukti yang tersedia saat ini, faktor risiko spesifiknya masih belum bisa dikonfirmasi," lanjut EMA.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizki Andalusia, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan keamanan dan khasiat vaksin AstraZeneca. Ia memastikan efek samping vaksin AstraZeneca di Indonesia masih masuk kategori ringan, tidak ada masalah pembekuan darah.

"Tetapi BPOM terus memantau dan mengikuti perkembangan yang dilakukan oleh EMA dan regulator obat negara lain," kata Lucia pada detikcom.



Simak Video "Laporan BPOM soal Efek Samping Penyuntikan Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)