Rabu, 07 Apr 2021 13:30 WIB

Pembekuan Darah Ramai Lagi, BPOM RI Pantau Laporan Vaksinasi AstraZeneca Eropa

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah pedagang di Bandung menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di mal dan toko swalayan di Kota Bandung. Vaksin COVID-19 (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizki Andalusia menegaskan BPOM terus mengevaluasi keamanan dan khasiat vaksin AstraZeneca. Termasuk soal laporan otoritas obat Eropa (EMA) yang belakangan menemukan kaitan antara kasus pembekuan darah dengan vaksin AstraZeneca.

"BPOM terus berkoordinasi dengan KOMNAS KIPI dalam mengevaluasi kejadian pembekuan darah akibat pemberian vaksin AstraZeneca," jelas Rizka saat dihubungi detikcom Rabu (7/4/2021).

Ia memastikan, sejauh ini, efek samping vaksin AstraZeneca di Indonesia dalam kategori ringan. Tak ada kasus pembekuan darah yang tercatat.

"Tetapi BPOM terus memantau dan mengikuti perkembangan yang dilakukan oleh EMA dan regulator obat negara lain," lanjutnya.

Sementara pihak Kementerian Kesehatan menegaskan vaksinasi AstraZeneca masih tetap dilanjutkan. Tak ada opsi penangguhan vaksinasi AstraZeneca seperti yang dilakukan beberapa negara lain khususnya di Eropa.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi mengaku kebijakan tersebut sudah dalam pembahasan bersama BPOM dan ITAGI. Namun, rekomendasi pelaksanaan vaksinasi bisa saja berubah jika ada rekomendasi BPOM dan ITAGI, terbaru soal vaksinasi.

"Tapi Kemenkes sendiri kita akan menunggu BPOM dan itagi sendiri terkait rekomendasi penggunaannyaa," pungkasnya.



Simak Video "Alasan BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)