Rabu, 07 Apr 2021 12:50 WIB

Ilmuwan Eropa Kaitkan AstraZeneca dengan Pembekuan Darah, Ini Sikap RI

Vidya Pinandhita - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Ilmuwan Eropa kaitkan vaksin AstraZeneca dengan kasus pembekuan darah, ini sikap RI. Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) berencana merevisi tinjauan keamanan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Berbicara atas nama pribadi, seorang pejabat menyebut ada kaitan jelas antara vaksin ini dengan laporan kasus langka pembekuan darah pada penerima.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut hingga kini tak ditemukan laporan kasus pembekuan darah pasca penyuntikan vaksin AstraZeneca di Indonesia.

Akan tetapi perihal tindak lanjut dari kebijakan EMA, pihaknya masih menunggu keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Kami tentunya akan mendengar lebih lanjut dari BPOM dan ITAGI terkait ini ya karena kewenangan BPOM untuk menentukan aspek keamanan penggunaan sebuah vaksin," terangnya saat dihubungi detikcom, Rabu (7/4/2021).

Ia menambahkan hingga hari ini, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan dari penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia masih bisa ditoleransi. Dengan begitu, penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia masih dilanjutkan.

"Laporan KIPI berupa demam, menggigil, mual, muntah, gatal, dan kemerahan. Dalam 1 sampai 3 hari rata-rata sudah hilang," imbuh dr Nadia.

Dikutip dari Reuters, ketua tim evaluasi keamanan vaksin di EMA Marco Cavaleri menyebut bahwa belum ada kejelasan soal penyebab efek pembekuan darah dari vaksin AstraZeneca. Namun ia yakin, laporan pembekuan darah ini ada hubungan dengan penyuntikan vaksin AstraZeneca.

Sebelumnya, ketua tim evaluasi keamanan vaksin di EMA, Marco Cavaleri menyebut ada hubungan jelas antara pemberian vaksin dengan kejadian langka pembekuan darah. Namun belum dipastikan penyebab pastinya.

"Menurut saya, sekarang kami bisa dengan yakin mengatakan ada kaitan yang jelas dengan vaksin. Namun, kami masih belum tahu apa yang menyebabkan reaksi ini," kata Marco pada media Italia Il Messaggero dan dikutip Selasa (6/4/2021).



Simak Video "WHO Sebut Banyak Negara yang Tertarik Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)