Kamis, 08 Apr 2021 06:00 WIB

Tak Hanya Lansia, Anak-anak Juga Bisa Osteoporosis Lho! Ini Penyebabnya

Ardela Nabila - detikHealth
ilustrasi tulang anak Osteoporosis pada anak (Foto: iStock)
Jakarta -

Osteoporosis seringkali dikaitkan dengan penyakit yang hanya dialami oleh orang tua lanjut usia. Padahal, kondisi di mana tulang mengalami kerapuhan dan menyebabkan tulang keropos ini juga bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perhitungan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dr Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, pada acara webinar dalam rangka memperingati Hari Aktivitas Fisik dan Hari Kesehatan Sedunia.

"Osteoporosis itu tidak hanya menyerang usia lansia. Bahkan pada anak-anak pun bisa mengalami osteoporosis, ya," ujar dr Bagus, Rabu (7/4/2021).

Tulang keropos pada anak dapat terjadi jika pertumbuhan tulangnya tidak bagus, di mana anak tidak mengonsumsi cukup nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang, seperti kalsium dan vitamin D.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya osteoporosis pada usia muda.

"Kalau dari awal memang pertumbuhan tulangnya tidak bagus. Jadi persepsi yang salah di masyarakat memang dikatakan osteoporosis (terjadi) pada lansia. Pada anak-anak, pada orang dewasa pun bisa mengalami osteoporosis," lanjutnya.

dr Bagus menjelaskan, patah tulang yang disebabkan oleh kerapuhan tulang bisa terjadi pada usia berapapun, tidak hanya pada orang tua atau lansia.

"Sehingga patah tulang bisa terjadi pada usia berapa saja. Osteoporosis pada anak-anak itu bisa mengalami patah tulang juga," tutur dr Bagus.



Simak Video "Epidemiolog Sebut Varian B.1.1.529 Berpotensi Lebih Kuat dari Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)