Kamis, 08 Apr 2021 13:49 WIB

Mudik Resmi Dilarang, Begini Mengatasi Homesick Agar Tak Ganggu Kejiwaan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. Larangan mudik yang akan dimulai dari 6-17 Mei itu dilakukan sebagai upaya pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di RI. Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Terhitung sudah dua tahun pemerintah tidak membolehkan mudik sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran virus Corona.

Psikolog klinis Veronica Adesla mengatakan tidak mudik bisa menyebabkan seseorang merasa kesepian, kehilangan, rasa kecewa dan homesick. Namun tidak selalu perasaan ini akan mempengaruhi kondisi kejiwaan.

"Justru jadi homesick karena nggak bisa memenuhi keinginan pulang ke kampung. Mempengaruhi kondisi kejiwaan sih tidak tapi tentu ada rasa kecewa, sedih, walaupun memang kebijakan ini dibuat untuk kepentingan kita bersama.

Homesick bisa menjadi pemicu stres saat seseorang memiliki ekspektasi untuk pulang, namun tidak tercapai sehingga timbul rasa kecewa yang besar. Jika tidak tertangani dan tidak disikapi dengan baik, perasaan ini akan membuncah dan menjadi besar sehingga bisa berdampak pada kondisi mental seseorang.

Jika kondisi ini sudah terjadi selama beberapa minggu dan tetap berlarut dalam emosi yang negatif, bukan tidak mungkin mereka yang merasa homesick akan terganggu kejiwaannya.

"Jadi dicari solusinya, alternatifnya. Banyak cara untuk mengekspresikan kerinduan kita kepada keluarga. Bisa dengan mengirim makanan ke kampung atau video call dengan keluarga di rumah. Sekarang kan sudah sangat modern ya," papar Vero.

Untuk mengurangi rasa stres, bisa juga melakukan aktivitas yang produktif seperti menulis, menggambar, memasak, atau hobi lain untuk mengusir rasa bosan. Menjalani hobi yang sudah lama tidak ditekuni atau melakukan kegiatan baru dan fokus menjalaninya bisa mengatasi rasa stres saat tidak bisa mudik.



Simak Video "Satgas Ingatkan Mudik Tahun Lalu Kasus COVID-19 Naik hingga 93%"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)