Jumat, 09 Apr 2021 06:31 WIB

Round Up

Fakta-fakta Hipersomnia yang Bikin Echa 'Putri Tidur' Terlelap 13 Hari

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Gadis di Kalsel sudah tertidur selama sepekan. Gadis yang akrab disapa Echa ini sempat tertidur selama 13 hari pada 2017 lalu. (dok Istimewa) Gadis di Kalsel sudah tertidur selama sepekan. Gadis yang akrab disapa Echa ini sempat tertidur selama 13 hari pada 2017 lalu. (dok Istimewa)
Topik Hangat Sindrom Putri Tidur
Jakarta -

Sempat viral pada 2017, Siti Raisa Miranda alias Echa kembali jadi perbincangan. Gadis asal Banjarmasin Kalimantan Selatan ini kembali tertidur berhari-hari, diduga karena hipersomnia.

Echa sempat dirawat di RSUD Dr Ansari Saleh, tetapi dibawa pulang setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang 'normal-normal' saja. Hanya durasi tidurnya saja yang tidak 'normal' karena sudah sepekan lebih tidak benar-benar terbangun.

Beberapa fakta seputar kondisi Echa terangkum sebagai berikut.

1. Dikaitkan dengan hipersomnia

Tidur berlebih atau selalu mengantuk meski sudah tidur cukup merupakan ciri-ciri hipersomnia. Dikenal juga dengan istilah excessive daytime sleepiness (EDS).

Hipersomnia kerap dikaitkan juga dengan sindrom langka Kleine-Levin Syndrome atau sindrom putri tidur. Pengobatan untuk sindrom ini hingga kini belum tersedia.

2. Risiko kurang cairan

Tidur dalam jangka waktu sepekan lebih tentu berisiko menghambat asupan nutrisi dan cairan. Sementara cairan tubuh tetap keluar melalui urine maupun penguapan dari permukaan kulit, asupan minum akan sangat terbatas.

Pakar hidrasi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengingatkan perlunya pemeriksaan pada Echa.

"Jelas ini membutuhkan diganti pengeluaran itu, kalau selama itu tidak ada asupan cairan kita harus pertanyakan, saya rasa nggak bisa itu kalau bertahan selama itu," katanya.

Sementara, orang tua Echa mengaku memberikan asupan susu cokelat ketika Echa terbangun sebentar. Segera setelah minum susu, Echa kembali terlelap.

3. Siapa yang berisiko?

Hipersomnia bisa dialami siapa saja. Beberapa kondisi bisa meningkatkan risiko seperti:

  • Sleep apnea
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan jantung
  • Gangguan saraf otak
  • Depresi atipikal
  • Hipotiroid


Simak Video "Menkes Budi: Lonjakan Kasus COVID-19 Bisa Terjadi Lagi, Tetap Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Sindrom Putri Tidur