Kamis, 08 Apr 2021 09:26 WIB

Gadis Kalsel Tertidur Sampai 13 Hari, Hipersomnia atau Sindrom Putri Tidur?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Gadis di Kalsel sudah tertidur selama sepekan. Gadis yang akrab disapa Echa ini sempat tertidur selama 13 hari pada 2017 lalu. (dok Istimewa) Gadis di Kalsel sudah tertidur selama sepekan. Gadis yang akrab disapa Echa ini sempat tertidur selama 13 hari pada 2017 lalu. (dok Istimewa)
Jakarta -

Pernah viral di 2017, Siti Raisa Miranda alias Echa (17) kembali jadi perbincangan karena kondisinya. Gadis asal Kalimantan Selatan ini mengidap kondisi yang membuatnya bisa tidur berhari-hari.

Menurut Mulyadi, ayahnya, Echa sempat dirawat di RSUD Dr Ansari Saleh Banjarmasin setelah tiga hari tidak bangun dari tidur. Namun karena pemeriksaan medis menunjukkan kondisinya normal-normal saja, Echa dibawa pulang ke rumah.

Selama tidur berhari-hari, Echa mendapat asupan nutrisi dengan cara disuapi oleh orang tuanya.

Kondisi ini bukan kali pertama dialami Echa. Pada 2017, kisahnya sempat viral dan dikaitkan dengan hipersomnia. Berdasarkan ciri-cirinya, sejumlah netizen mengaitkannya dengan sindrom putri tidur atau Kleine-Levin Syndrome.

Pakar kesehatan tidur dari Snoring & Sleep Disorder Clinic Pondok Indah, dr Andreas Prasadja, RPSGT, ketika itu menjelaskan bahwa Kleine-Levin Syndrome merupakan kondisi yang ditandai dengan penyakit hipersomnia periodik. Artinya, pengidapnya bisa tertidur dalam jangka waktu sangat lama.

"Di Indonesia belum pernah (ada sindrom Kleine-Levin), kali ini baru yang pertama yang saya tahu. Kasusnya sangat jarang, dan pengobatannya pun belum ada yang pas," ujar dokter yang juga praktik di Rumah Sakit Mitra Kemayoran tersebut, Kamis (26/12/2017).



Simak Video "2.000 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)