Jumat, 09 Apr 2021 10:01 WIB

Komnas KIPI Minta Masyarakat Waspadai Gejala Ini Pasca Divaksin AstraZeneca

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
(FILES) In this file photo taken on March 11, 2021 a vial of the AstraZeneca Covid-19 vaccine in Paris on March 11, 2021. - Italy joined other European nations on March 15, 2021, in blocking the use of the AstraZeneca/Oxford vaccine over fears of a link to blood clots, pending a review by the EU regulator. (Photo by JOEL SAGET / AFP) Foto: AFP/JOEL SAGET
Jakarta -

Pembekuan darah disebut Badan Obat Eropa (EMA) menjadi efek samping langka vaksin AstraZeneca. Pernyataan EMA menyusul laporan baru kasus pembekuan darah usai vaksinasi yang banyak terjadi di kelompok usia dewasa muda.

Beberapa negara Eropa hingga Filipina akhirnya menangguhkan vaksin AstraZeneca di kelompok tersebut. Meski jarang dilaporkan, sejumlah negara menetapkan penangguhan ini sebagai bentuk kehati-hatian.

Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Hingky Irawan menegaskan efek samping pembekuan darah vaksin AstraZeneca sejauh ini belum ditemukan di Indonesia. Terlebih, cakupan vaksinasi AstraZeneca masih sangat jauh dibandingkan Inggris dan negara Eropa lainnya.

"Sangat jarang (kasus pembekuan darah) di Inggris, di Eropa, kalau di Indonesia belum ada laporannya. Karena mungkin kalau di sana kan vaksinasinya diberikan kepada 20 juta lebih kan, karena kita kan belum jutaan, belum ada laporan di kita, dan di sana juga sangat-sangat jarang," tegas Prof Hindra saat dihubungi detikcom Jumat (9/4/2021).

Prof Hindra menyebut, belum ada kejelasan lebih jauh apakah ada komponen yang terdapat dalam vaksin AstraZeneca memicu pembekuan darah. Catatan EMA sejauh ini berfokus pada jumlah laporan kasusnya saja.


Lantas gejala apa yang perlu diwaspadai usai vaksinasi AstraZeneca?

Menurutnya, jika selama dua minggu pasca disuntik dosis pertama vaksin AstraZeneca mengalami pusing tak kunjung sembuh meski diberi obat, nyeri pada tungkai, dan sejumlah gejala lain perlu segera mendapat pemeriksaan medis.

"Kalau pusing dikasih obat nggak membaik setelah 2 minggu, terus kalau ada sakit dada atau kesulitan napas, kalau misalnya sakit perut, nyeri tungkai, bengkak di tungkai, itu datang ke dokter untuk diperiksa," bebernya.

"Itu gejalanya pada vaksinasi pertama dan bisa terjadi dalam kurun 2 minggu setelah vaksinasi," kata Prof Hindra.

Efek samping pasca divaksin AstraZeneca di Indonesia sejauh ini tercatat dalam kategori ringan. Maka dari itu, pemerintah tetap melanjutkan vaksinasi AstraZeneca dan tetap memantau laporan EMA terkait pembekuan darah.

"BPOM terus memantau dan mengikuti perkembangan yang dilakukan oleh EMA dan regulator obat negara lain," jelas juru bicara vaksinasi COVID-19 Lucia Rizka Andalusia, saat dihubungi terpisah Rabu (7/4/2021).



Simak Video "Sikap BPOM Usai Denmark Putuskan Setop Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)