Jumat, 09 Apr 2021 20:12 WIB

Sinopharm-Sputnik V, Ini 5 Vaksin Corona yang Segera Dapat Izin Darurat BPOM

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. 5 vaksin COVID-19 yang akan segera dapat izin darurat BPOM. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap lima vaksin COVID-19 yang sedang melakukan proses registrasi. Kelima vaksin tersebut di luar vaksin-vaksin Corona yang disetujui dalam pembelian oleh pemerintah.

"Ada juga beberapa vaksin yang sedang berproses dengan BPOM, tapi tidak ada dalam Permenkes yang dikaitkan dengan brand-brand yang disetujui untuk pembelian oleh pemerintah," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam rapat bersama Komisi IX DPR yang disiarkan di Youtube Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4/2021).

Berikut 5 vaksin COVID-19 baru yang sedang berproses di BPOM:

AstraZeneca (yang diproduksi di Eropa dan Thailand).

Vaksin Corona AstraZeneca yang berasal dari dua side, yaitu Eropa yaitu di Jerman dan Thailand.

Untuk vaksin yang berasal dari Eropa, data-datanya akan masuk dalam tahap finalisasi. Estimasi pemberian emergency use authorization (EUA) sekitar di minggu kedua bulan April 2021.

Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca side Thailand, sudah dalam tahap registrasi, rolling submission dan akan dilakukan inspeksi GMP oleh BPOM pada 19-22 April 2021. Untuk pemberian EUA diperkirakan pada bulan Mei 2021 mendatang.

Sinopharm

Vaksin COVID-19 Sinopharm yang didaftarkan oleh PT Kimia Farma tengah dalam proses evaluasi. Tetapi, masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutu. Vaksin ini diestimasi akan mendapat EUA pada Mei 2021.

Sputnik V

Vaksin COVID-19 Sputnik V dari Rusia ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala. Saat ini, prosesnya masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutunya.

Penny mengatakan saat ini sudah sekitar 75 persen data terkait vaksin Sputnik V ini yang diterima BPOM. Terkait EUA, diperkirakan bisa diberikan pada akhir April 2021.

Covaxin

Satu vaksin COVID-19 lagi yang baru memulai pendaftaran registrasi di BPOM yaitu Covaxin. Vaksin ini diproduksi oleh Brahat Biotech International Limited, India, dengan platform inactivated virus.

Vaksin yang didaftarkan oleh PT Amarox ini masih menunggu kelengkapan data. Namun, dari hasil komunikasi yang telah dilakukan, data-data yang ada saat ini cukup lengkap dan baik, sehingga estimasi pemberian EUA bisa dilakukan pada Mei 2021.

Novavax

Vaksin terakhir yang saat ini tengah melakukan proses registrasi adalah vaksin COVID-19 Novavax dari Serum Institute of India dengan platform protein subunit. Saat ini, vaksin tersebut sudah berproses rolling submission dan diestimasi bisa mendapat EUA sekitar bulan Juni 2021.

"Saya kira, ini adalah harapan dari beberapa vaksin-vaksin lain yang sedang berproses yang tentunya menjadi harapan kita untuk melengkapi kebutuhan vaksin yang ada, di luar vaksin yang sudah ada di dalam daftar yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkes," pungkas Penny.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)